Perjalanan saya ke Malaysia berlangsung cukup impulsif. Melakukan perjalanan selama 4 hari, beberapa destinasi pun sempat saya kunjungi. Sebelum berbicara mengenai objek wisata, setibanya di sana saya mendapat panggilan dari suara “keroncongan perut” yang meminta amunisi. Segera saja saya melipir ke sebuah restoran Chinese Food yang berjarak tak jauh dari hotel tempat saya menginap.  


Hari Pertama:
Kunjungan Wajib ke Twin Tower

Pendaratan Pertama : Pu Xian Wei Restaurant
Pu Xian Wei namanya yang berlokasi di Kuala Lumpur. Saat memasukinya, tampak hampir semua kursi penuh terisi oleh tamu yang terlihat asyik melahap hidangan. Di sana, saya memesan menu paket untuk 4 orang. Menunya tak jauh-jauh dari olahan pork, daging sapi, daging ayam, sayuran, dan tofu. Ditambah dengan satu poci teh hangat, makan malam saya terasa spesial kala itu.





Usai menyantap makan malam, di hari pertama saya pun siap menunaikan kunjungan wajib ke Twin Tower. Bangunan kebanggaan Malaysia yang juga populer dengan sebutan Menara Petronas ini merupakan pencakar langit berada di Kuala Lumpur City Center (KLCC). Tentu saja, objek ini tak boleh terlewat untuk diabadikan. Bangunan yang terdiri dari 88 lantai ini sontak memberikan panorama yang indah untuk dibagikan melalui media sosial.



Hari Kedua:
Pekan Berkesan di Hari Kedua

Masuk di hari kedua, lagi-lagi saya memilih untuk mengisi perut di kafe dekat hotel. Kali ini ialah ABC Bistro Café yang siap dieksekusi. Restoran yang mayoritas pegawainya adalah orang keturunan India ini menyediakan beragam menu sarapan yang common. Sebut saja, toast, telur setengah matang, roti canai, naan, dan tentunya kopi susu.



Perjuangan di Batu Caves
Sebuah kesempatan untuk pergi ke Malaysia tak saya sia-siakan untuk mengunjungi objek wisata wajib setelah Twin Tower. Terlebih lagi Malaysia punya Batu Caves. Banyak hal yang bisa dieksplorasi di sana, salah satunya sebuah patung kokoh berwarna emas yang menjulang setinggi 42,7 meter. Ialah patung Dewa Murugan, dewa perang dari kalangan orang Tamil.  Tapi sebelumnya, saya harus menapaki 272 anak tangga ditemani oleh panas terik yang menyengat. Tekad yang kuat kemudian membawa saya sampai di Batu Caves dan melihat segala keindahannya.



Sizzling and Claypot
Letih berpanas-panasan, saya pun memutuskan untuk pergi ke mall, Pavilion namanya. Pilihan saya untuk santap siang kala itu jatuh pada Sizzling and Claypot. Berlokasi di food court, Sizzling and Claypot menjamin hidangan untuk tetap”mumpuni” sampai di meja pengunjung. Terang saja, penggunaan wadah claypot akan membuat makanan tetap hangat. Seperti menu yang saya pesan ini, yakni satu porsi nasi dengan daging ayam asam manis.



I-City dan Lampu Warna-Warni
Salah satu di antara sekian banyak objek wisata di Malaysia tak mengurungkan niat untuk mengunjungi I City. Walaupun letaknya jauh dari pusat kota, tak membuat saya kehabisan akal menuju ke sana. Sekedar informasi, I-City merupakan area taman bermain yang dipenuhi dengan hiasan lampu-lampu berbagai macam bentuk, mayoritas adalah bunga dan pohon. Adapun untuk masuk ke sini, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun, kecuali jika Anda ingin mencoba wahana. Ah, saya lebih tertarik untuk melakukan sesi foto di sini.



Street Food di Uptown Shah Alam
Bukan untuk berbelanja, kedatangan saya ke Uptown Shah Alam adalah untuk mencicipi jajanan street food yang populer di sana. Beroperasi mulai jam 20.30 hingga 03.00 pagi, Uptown Shah Alam dipenuhi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Mereka tak segan-segan untuk berdesak-desakan berderu dengan kepulan asap yang nyatanya mampu mengundang gairah makan. Saya pun kemudian menjatuhkan pilihan pada cumi, takoyaki, dan sate yang memang jadi khas di sana.




Hari Ketiga:
Perjalanan 3 Jam Menuju Melaka

Jalan Alor di Pagi Hari
Meski ingin meluaskan penjelajahan di Malaysia, apalah daya susunan acara tidak berkata demikian. Saya pun melabuhkan kaki untuk sarapan di Jalan Alor. Adalah dimsum, mie goreng, nasi rames, dan tak ketinggalan kopi susu siap memanjakan lidah. Melihat keindahan Jalan Alor di pagi hari, saya pun tak bisa menahan godaan untuk kembali mengabadikan momen di sana.




Setelah puas menyusuri jalan Alor, hari ketiga dilalui dengan perjalanan panjang ke Melaka untuk menikmati kota cantik yang telah masuk daftar kawasan bersejarah UNESCO. Berlatar gaya arsitektur bekas jajahan portugis, Melaka memiliki tempat wisata bersejarah yang wajib dikunjungi jika ke Malaysia.

1 Jam Antrian di Capitol Satay
Berawal dari postingan salah seorang teman, destinasi pertama saya di Melaka dimulai dari Capitol Satay. Sementara itu identitasnya sebagai “sate celup” yang melegenda membuat saya sempat mengantri selama 1 jam lamanya. Restoran ini selalu ramai artinya menjamin bahan yang digunakan selalu “fresh” setiap harinya. Sementara itu untuk varian, banyak macam sate tusuk yang tersedia di sini, seperti daging-dagingan, sayuran, jamur, serta olahan hidangan laut. Tentu saja, yang membuatnya istimewa adalah ramuan bumbu kacang yang khas, siapa saja dijamin tak bisa menampik kelezatannya.



Eksotisme Jonker Street di Malam Hari
Puas menikmati makanan di Capitol Satay, saya berjalan kaki menelusuri Jonker Street, kawasan yang juga disebut Old town of Melaka. Di malam hari Jonker Street dipenuhi dengan pertokoan dan bazaar yang ramai dikunjungi para wisatawan. Keriaan di malam hari pun tak dilewatkan oleh saya dengan meneguk bir di Eleven Bistro.



Hari keempat:
Kota Heritage yang Penuh Cerita

Perburuan Kafein di Kaya-Kaya Café
Kebutuhan kafein yang mendesak akhirnya membawa saya untuk singgah di Kaya-Kaya Café. Desain interior yang terkesan “unfinished” tergambar lewat dinding tanpa plester, sehingga susunan batu bata tampak jelas. Struktur ini yang kemudian membuatnya menjadi fotogenik. Sementara untuk urusan menu, kopi di sana rata-rata adalah espresso base dengan pilihan menu makanan pendamping seperti pancake, French Fries, dan beragam olahan pasta.




Pin Pin Hong
Saya meluangkan waktu khusus sebelum kembali ke Jakarta untuk menjelajahi Melaka. Seperti biasa, mengabadikan momen jadi kegiatan utama saat itu setelah mengelilingi toko-toko kecil yang arsitekturnya nampak khas di Melaka.  Memasuki jam makan siang, Pin Pin Hong jadi destinasi yang pas untuk mengeksplorasi wisata kuliner di Melaka. Di sana saya memesan olahan daging ayam, pork, nasi goreng, dan sebagai tambahan nutrisi yang baik, makan siang saya kala itu pun dilengkapi dengan hidangan sayur yang diolah dengan bumbu khusus.




Sebuah petualangan yang menarik selama 4 hari di Malaysia terutama karena kunjungan ke tempat wisata dan mencicipi kuliner khas melayu di Malaysia. Perjalanan itu tak pelak meninggalkan kesan mendalam bagi saya khususnya. Seolah siap membisikkan cerita akan kerinduan negeri Jiran, panggilan untuk kembali bekerja tak bisa dielakkan. Saya pun bergegas agar tak ketinggalan pesawat.
Read More ...

Sebagai brand yang lekat dengan anak muda, beberapa bulan yang lalu, Toyota Agya mengadakan sebuah tantangan dimana kami, para blogger diajak untuk menceritakan pengalaman selama mengendarai Toyota Agya. Dan saya merasa sangat termotivasi saat pertama kali tantangan ini diumumkan. Berbekal memenangkan lomba "corat-coret di blog", Toyota Agya telah merancang liburan kami yakni para pemenang, keliling kota Bogor.

Toyota Agya merupakan brand terdepan bagi para first jobber yang mana secara tidak langsung menjawab keinginan muda-mudi akan gambaran sebuah mobil dengan harga terjangkau namun tetap elegan. Pendekatan merek yang sesuai dengan gaya hidup kaum urban ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas berkendara yang tak jauh berbeda dengan tipe mobil di kelasnya.

Perjalanan menuju kota Bogor diwarnai dengan jalanan yang cukup tersendat. Maklum, di hari Minggu Kota Bogor memang dipenuhi dengan kendaraan ber-plat B. Tapi jangan khawatir, Toyota Agya punya segudang fitur-fitur yang diunggulkan antara lain indikator ECO yang ditandai dengan lampu hijau di meter cluster. Jika indikator tersebut menyala artinya cara berkendara Anda sudah efisien atau irit bahan bakar. Menarik bukan?


Kota Bogor pun sudah di depan mata. Saya dan rombongan langsung menuju ke lokasi pertama. Penat seketika hilang ketika sampai di tempat yang satu ini, namanya Lemongrass Resto. Walaupun tergolong tempat baru, Lemongrass tak segan menarik minat para wisatawan dan penduduk lokal untuk mengunjunginya. Bergelar "Modern Kopitiam", Lemongrass menjual beraneka makanan peranakan yang patut dicoba. Seperti menu yang saya pesan ini, Laksa serta sederet menu lain seperti Dimsum, aneka Mie, Bakpao, dan lain sebagainya.

(Lemongrass Resto. Jl. Raya Pajajaran No. 21, Bogor.  0251 832 8800)


 

Puas mencicipi cita rasa Lemongrass, kami pun menuju ke lokasi berikutnya. Menemani perjalanan ke tempat kedua, kabar baiknya, Toyota Agya punya kelengkapan audio yang dijamin mampu membuat suasana berkendara makin menyenangkan. Support port USB memungkinkan saya untuk menikmati pilihan musik yang disukai. Sungguh gambaran city car yang jadi incaran. Tentu saja berhasil menciptakan kesan trendi bagi setiap individu yang mengendarainya.


Tak butuh waktu lama, kami pun tiba di lokasi kedua. Begitu melihat catutan kata “milk” saya langsung mendambakan segelas susu murni yang segar di depan mata. Tak salah dugaan saya, Momo Milk Barn seolah didedikasikan untuk para pecinta susu fresh. Harga satu gelas fresh milk juga sangat terjangkau, dijual mulai dari Rp. 8.000 hingga Rp.9.500 saja. Untuk camilan, saya pun memesan Nutella Pancake dan Roti Bakar Momo.

(Momo Milk Barn. Jl. Kantor Pos No. 6, Bogor)





Tempat selanjutnya yang dituju cukup jauh dari Momo Milk Barn. Beruntungnya, Toyota Agya mampu bermanuver dengan baik di jalan kecil dan sempit. Karena desainnya yang minimalis, Toyota Agya juga terkenal akan kelincahannya. Padatnya lalu lintas Bogor bukan lagi jadi masalah, kami pun berhasil melewati jalanan kecil untuk menghemat waktu.


Tier Sierra Resto & Lounge merupakan destinasi untuk bersenang-senang dan relaksasi di antara pemandangan asri nan menyejukkan. Seakan mampu bernegosiasi baik dengan alam, malam itu terasa begitu hangat mencairkan sejuta obrolan yang berkesan. Menemani keceriaan kala itu, saya pun memesan Chicken Salad dan Strawberry Juice sebagai pelengkap.

(Tier Sierra Resto & Lounge, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 48, Tanah Sareal, Bogor.  0812 9698 4848)



Dengan ini, Toyota Agya berhasil memperkokoh reputasinya di dunia otomotif dengan mengeluarkan terobosan berkendara yang terjangkau, nyaman, dan trendi. Ini tentu sesuai dengan strategi bisnis perusahaan sekelas Toyota yang dikenal dinamis dan penuh inovasi, yang mana tergamblang jelas lewat mobil keluaran terbarunya ini. Well, terima kasih Toyota Agya untuk jalan-jalannya. #MyAgyaMyStyle

Read More ...

" Saya telah menginvestasikan lebih dari waktu senggang saya untuk menjadi food blogger. Tapi apakah kamu tahu sebenarnya apa passion saya? "
Istilah food blogger baru berkabar setahun belakangan ini. Olehnya, setiap dimensi digambarkan, mulai dari pelayanan, kualitas, rasa, sampai desain interior untuk membentuk rangka pikiran bagi pembaca. Dalam hal ini, indikatornya jelas, subyektif dari kacamata saya (food blogger) sebagai pengunjung. Tapi apakah review yang saya tulis selalu tervalidasi? Saya pun mengerenyitkan dahi.

Positioning Itself
Ada banyak di belakang sana yang tidak terlihat oleh kasat mata. Maka, untuk menerkanya saya masuk menjadi bagian dari lingkaran. Bergelut dalam bidang Marketing Communication di salah satu restoran casual fine dining, menyuntikkan gema baru dalam pikiran saya. Ya, walaupun itu dimulai tanpa rencana.

Sebelum saya berkecimpung di bidang ini, pernah terbayangkan di benak saya. “Bagaimana restoran ini mau ramai, promosi saja tidak bisa?” Dalam perspektif berbisnis, promosi tidak semudah yang Anda bayangkan. Apalagi Anda hanya seorang karyawan. Anda harus memikirkan bentuk promosi yang menarik setiap bulannya, melakukan presentasi di depan atasan, mengemukakan mekanisme promosi, meyakinkan bagaimana promosi yang Anda buat bisa menaikkan penjualan, dan jangan kaget jika ujung-ujungnya promosi yang Anda buat terpental dan bos tidak menyetujuinya. 

Image courtesy of iStock
Belum lagi kendala dalam menentukan budget dan costing. Tak jarang Anda harus memutar otak demi mendapatkan sponsor, memikirkan cara untuk menerapkan sistem barter yang menguntungkan, dan lagi-lagi keputusan ada di tangan atasan. Masih bisa bilang berpromosi itu mudah?

Mungkin akan lebih mudah jika kitalah yang menjadi pemiliknya. Orang yang membangun potensi dan menciptakan suatu gagasan menjadi pengusaha,  tentu akan jauh berbeda ketimbang hanya menikmati hasil yang sudah ada dan kemudian mendoktrinnya lewat lisan maupun tulisan. Mengerti maksud saya? Nampaknya mudah memgomentari sebuah restoran bukan? Namun ada fase dimana saya merasakan, bermodalkan uang saja tidak cukup untuk membangun usaha.

Geliat berbisnis kemudian saya bangun bersama seorang partner yang juga masih minim dalam dunia usaha kuliner. Namun tetap tidak menggelontorkan niat saya untuk mencari tahu, seberapa keras industri kuliner itu. Lewat usaha warung tenda yang berlokasi di daerah Kelapa Gading saya menemukan jawabannya. Tidak cepat tanggap Anda akan terkikis dengan yang namanya pesaingan.

Apa yang perlu Anda terapkan? Sikap berani mengambil resikolah yang nantinya akan menuntun Anda bertahan. Berani untuk berpromosi, berani untuk bekerja di bawah tekanan, berani untuk menghadapi pelanggan, dan berani untuk malu. Mungkin akan terlihat sederhana. Inovasi sepertinya sudah jadi teori yang lazim, tapi bagaimana jika kreativitas sedang berada di jalan buntu. Yap, dengan begitu, para penulis (termasuk saya akhirnya) perlu memikirkan bagaimana sebuah restoran ataupun usaha kuliner itu dibangun sebelum akhirnya mendeskripsikannya lewat tulisan.


Writing. Is It a Hobby or Job?
Saya jadi teringat perkataan dosen saya, Helvy Tiana Rosa namanya. Beliau adalah salah satu satrawan yang saya tekuni karyanya. “Apapun profesi kamu, dokter, direktur, ibu rumah tangga, jadilah penulis. Dokter yang penulis, direktur yang penulis, ibu rumah tangga yang penulis.” Ucapnya yang seakan mendoktrin.

Konsisten dalam memadupadukan kata menjadi sebuah barisan sehingga menghasilkan kalimat lugas nan puitis. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, saya mengenal beragam teori yang bisa diaplikasikan dalam tulisan. Empat tahun menjadi mahasiswa sastra memupuk cita-cita saya sedari kecil yakni berkarir di dunia tulis menulis.

Image courtesy of iStock
Masih dalam garis lurus, setelah lulus kuliah saya mengasah kemampuan sebagai seorang reporter di sebuah majalah yang secara umum membahas mengenai bakery, resto, dan kafe. Sebagai seorang 'anak baru', saya sadar kemampuan menulis saya yang minim. Tak ayal, saya kerap menerima umpan balik dari sang managing editor yang notabenenya adalah kepala reporter. Ia pernah mengungkapkan beberapa petuah yang sampai saat ini terus saya ingat. Semisal, "Maksimal karakter dalam satu kalimat tidak boleh lebih dari 29 karakter, 'di-' sebagai awalan dan 'di-' sebagai imbuhan, awal dan akhir paragraf yang harus berkesinambungan, dan lain sebagainya.

Lain menulis lain juga dengan fotografi. Walaupun saya mulai mengenal dan memperdalam ilmu ini saat menjadi wartawan, namun saya bukanlah seorang fotografer. Saya hanya pembidik objek yang amatir. Itu juga saya pelajari otodidak hanya untuk menunjang materi yang ingin saya sampaikan. Selebihnya, saya hanya senang mengabadikan sesuatu. Dalam hal ini kaitannya dengan makanan.

Conclusion
Pada titik ini akhirnya saya sadar, menempatkan diri di berbagai lapisan industri kuliner akan jauh lebih mudah ketimbang hanya pesimis. Bukan sekedar makan, lalu dengan lugas mengimplementasikannya dalam kata. Bahkan tak jarang menghakiminya dengan kata-kata yang tidak sedap dibaca. Seperti kata pepatah, banyak cara menuju Roma. Ada lebih dari satu cara untuk mengungkap rasa makanan tersebut bila tak sesuai ekspektasi. Misalnya dengan menyebutkan menu lain yang dianggap lebih masuk ke dalam cita rasa favorit.

Saya pun merekam beberapa 'kulit' dari ilmu menulis. "Menulis bukan hanya sekedar merangkai kata, tapi ilmu menulis merangkum segalanya. Sebagai seorang penulis, kamu harus mengusai semuanya, semua yang Anda tulis. Maka, ilmu menulis sebenarnya adalah ilmu universal yang paling luas cakupannya." Jadi sudah bisa menebak apa passion saya?
Read More ...






Gelaran kompetisi kreatif merupakan bentuk komitmen Go Ahead Challenge terhadap keberadaan bakat kreatif di Indonesia. Kompetisi ini turut mendorong partisipasi seniman muda baik itu pendatang baru  untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam bentuk kompetisi. Diikuti oleh kurang lebih dari 30.000 peserta, pemenang Go Ahead Challenge diumumkan lewat acara A Create pada 30 Agustus lalu. Adapun pemenang nantinya berkesempatan untuk berangkat ke Paris.

Dalam acara yang bertempat di Istora Senayan ini, turut dipamerkan karya seni finalis Go Ahead Challenge. A Create juga menjadi jembatan untuk anak bangsa yang kreatif untuk bertatap muka dalam menorehkan ide serta inspirasi baru. Selain itu, A Create juga dimeriahkan oleh penampilan dari bintang tamu, antara lain Andien, Goodnight Electric,  White Shoes and The Couples Company, Morfem, Pure Saturday, dan tak ketinggalan DJ Mahesa.
Read More ...

7 Icon Inggris

Big Ben
Terletak di gedung parlemen Westminster di Inggris, Big Ben tak pernah luput dari incaran objek foto para wisatawan. Sebuah menara jam yang berukuran sangat besar ini pernah menyabet rekor Guiness of Books, menempati posisi jam lonceng ke empat terbesar di dunia. Nama Big Ben sendiri terinspirasi dari nama sebuah lonceng Great Bell yang terletak di dalam menara tersebut. Sebagai landmark kota London, Big Ben sukses menjadi destinasi utama para pelancong wisata di Inggris.

Buckingham Palace
Istana kebanggaan Inggris ini biasa diperuntukkan untuk menjamu tamu negara. Tempat kediaman resmi Ratu Inggris di London ini sebelumnya dikenal dengan nama Buckingham House. Fungsinya kini beralih, Buckingham Palace tak jarang menjadi spot yang paling menarik wisatawan asing. Daya tariknya terletak pada desain interior yang didominasi oleh hiasan dari awal abad ke-19.

Westminster Abbey
Gereja dengan arsitektur Gothic di Westminster, London ini menyimpan sejuta pesona yang mampu menarik wisatawan untuk datang. Bernama lengkap Collegiate Church of St. Peter at Westminster, keberadaan gereja ini sudah ada sejak abad ke-9. Nilai sejarah yang tertanam di dalamnya pun cukup kuat sehingga Westminster Abbey dikenal sebagai tempat bersejarah. Ada beberapa bagian yang menarik di Westminster Abbey, salah satunya adalah The Chapter House.

Trafalgar Square
Sebuah alun-alun yang berada di bagian tengah London ini, merupakan yang terluas terluas dan dianggap sebagai jantung kota. Di tengah Trafalgar Square terdapat sebuah monumen bernama Nelson's Column yang memuat patung Laksamana Horatio Nelson, pemimpin AL Inggris yang terbunuh dalam Pertempuran Trafalgar. Trafalgar Square ini juga menjadi salah satu saksi bisu dari The Royal Wedding Pangeran William dan Kate Middleton, saat keduanya melewati Trafalgar Square dengan kereta kencana kerajaan.

London Eye
London Eye atau disebut juga Millenium Wheel merupakan kincir raksasa yang dibangun oleh maskapai penerbangan British Airways. London Eye berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik yang memakan waktu sekitar 30 menit dalam satu kali putaran. Dari ketinggian 135 meter, wisatawan dapat menikmati pemandangan luas kota London. Ketenaran London Eye menginspirasikan pembangunan struktur serupa di berbagai negara, seperti Las Vegas dan Shanghai.

Beatles Museum
Bagi penggemar Beatles, tempat ini bisa jadi slaah satu destinasi yang wajib dikunjungi bila pergi ke Inggris. Museum ini menyimpan segala kenangan Beatles sejak berdiri sampai John Lenon dan Paul Mc Carney memutuskan untuk bersolo karir. Perjalanan penuh memori tersebut disusun apik lewat benda-benda yang berhubungan dengan grup band asal kota Liverpool ini. Pengunjung juga dapat berfoto bersama ke empat personil The Beatles yang tentu saja hanya dalam replika patung.

King’s Cross Station
King’s Cross Station dibuka pada tahun 1852 yang merupakan stasiun kereta api bawah tanah di London. Terletak di tepi utara pusat kota London, King’s Cross Station berada di lokasi strategis yang mana berdekatan dengan berbagai lokasi wisata termasuk The British Library dan Regent Park. Kabarnya, Kings Cross Station merupakan stasiun dimana Harry Potter (tokoh khayalan J.K Rowling) memasuki dunia sihir.

Tempat yang disebutkan di atas bukan lagi sebuah khayalan namun bisa jadi kenyataan, caranya adalah dengan mengikuti kuis yang dipersembahkan oleh Mister Potato. Adapun tiket pesawat pulang - pergi Jakarta – London dan akomodasi selama 7 hari di Inggris akan ditanggung oleh Mister Potato. Menyenangkan sekali rasanya bisa ambil bagian dalam kompetisi snack ringan yang secara resmi menjadi sponsor Manchester United ini.
Read More ...

Betapa eksotis rasa kentang yang diolah khusus dengan tambahan bumbu bervariasi. Mister Potato memang snack kentang yang sulit ditangkis kelezatannya. Tangan pun tak kunjung berhenti menjaring setiap keping snack waavy di dalam bungkusan. Alasannya apalagi kalau bukan paduan rasa BBQ yang tidak terlalu asin, namun pas di lidah.

Namun jangan berhenti dulu, sampai Anda menggigit renyahnya variasi rasa lain seperti rasa Tomato,  Hot & Spicy, dan rasa original. Variasi rasa original bisa-bisa membuat kamu jatuh cinta dengan olahan kentang berkualitas. Inilah rasa yang mewakili kelezatan alami snack kentang yang kini menjadi makanan ringan resmi Manchester United.

Ya, Mister Potato terus melakukan penetrasi pasar, dan ini merupakan salah satu bukti nyata keseriusan Mister Potato dalam mencakup market yang lebih luas. Kerjasama dengan Manchester United ini tentu menjadi kejutan tersendiri bagi penggemar Mister Potato. Apalagi buat kamu yang mengidolakan pemain sepak bola Inggris yang tampaknya telah menghiasi wajah Mister Potato.

Kabar bahagianya, Mister Potato menggelar kuis yang hadiah utamanya pergi ke Inggris dan mengunjungi 7 stadion bola Legendaris di sana. Penjelasan lebih lengkap silakan klik www.misterpotato.co.id. Wah, kesempatan ini tentu tidak boleh di sia-siakan mengingat Inggris menyimpan pesona keindahan dan objek wisata yang populer hingga ke mancanegara. Jadi tunggu apalagi, let’s ‘Kriuk’ and go to England!
Read More ...

18 April 2014 ago, I lost my Samsung Galaxy Camera EK GC100 at the airport Ngurah Rai Bali. It's terrible, feels like to lose a close friend. As I'm sure you can imagine, this was a huge lose for me. Buddy, as usual it was called, always accompany wherever I go, always alert when I need, especially when I want to capture exciting moments near me. It is my real bestfriend and now it's gone.

Here's the story. When I go to the toilet, I was careless and left my Samsung Galaxy Camera in the back. After 1 minute, I realized I left my camera in the toilet, so I ran to grab it back. Unfortunately the camera is not there, someone took it. Every person in the toilet saying that they don’t see the camera left in the toilet. Even a woman that holding her child which occupies the same toilet with me before, she didn’t notice the camera is left behind in the toilet.

In the SD card includes pictures of mostly the natural beauty of Bali and Gili Trawangan. After I lost my camera, I don’t think to replace it, because it hasn’t to be replaceable. I didn't know how to get in take a picture without you, Buddy. Is there any way I can find the thief and get my camera back?  If anyone has any details about my Samsung Galaxy Camera EK GC100, please send me a message. I promise will give you rewards. aryani.marisa@gmail.com or twitter @marisaaryani, I hope we can meet again Buddy :)
Read More ...

Di bagian selfwritten, saya sebagai penulis mempunyai kapasitas untuk berbagi cerita mengenai hal di luar makanan. Tidak melulu harus berwisata kuliner, seyogyanya menyelami keindahan budaya Indonesia membuat saya berdecak kagum dan berhasrat untuk menuangkannya dalam sebuah cerita. Adalah Saung Angklung Udjo yang berlokasi di kawasan Padasuka, Bandung dimana sanggar seni ini menyimpan sebuah jejak dari alat musik tradisional yang berkembang di daerah Sunda yaitu angklung.

Bila berkesempatan berkunjung ke sana, pastikan Anda tidak terlewat untuk menyaksikan "Pertunjukan Bambu Petang" yang secara reguler dimulai pada pukul 15.30 hingga 17.30 setiap harinya. Semilir angin menuntun langkah kaki saya menuju panggung utama Saung Angklung Udjo yang berkapasitas hampir 2000 orang. Menempati posisi ketiga dari depan, hati saya sudah tak sabar menyaksikan pertunjukan seni budaya yang dirangkum secara singkat lewat aksi atraktif. 

Mempertontonkan 11 rangkaian pertunjukan, Saung Angklung Udjo mengemban misi mewujudkan cita-cita sang pendiri, alm. Daeng Soetigna atau yang akrab disapa Mang Udjo dalam usahanya memperkenalkan angklung ke seluruh dunia. 11 pertunjukan yang dimaksud antara lain demonstrasi wayang golek, helaran. tari topeng, tari merak, calung, arumba, angklung minu, angklung Pa Daeng, bermain angklung bersama, angklung orkestra, angklung jaipong, dan menari bersama di akhir pertunjukan.

Favorit saya pribadi ialah saat bermain angklung bersama yang dipimpin oleh salah satu putra mendiang alm. Udjo. Saya dan penonton lainnya diajak untuk merasakan asyiknya bermain angklung melalui kursus singkat dan praktek langsung. Bukan hanya saya yang terhibur, semua penonton kala itu terlihat antusias dalam mengasah diri bermain angklung. Kebersamaan dan kekompakan yang terjalin menghasilkan harmonisasi nada yang indah.

Alm. Udjo memang sudah tiada, namun karyanya akan terus dikenang seiring dengan popularitas Saung Angklung Udjo yang berkembang menjadi pusat kesenian angklung di mata dunia. Setidaknya kehadiran sanggar seni di kota Bandung ini bisa menjadi bukti kepeduliannya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda khususnya Angklung kepada masyarakat, baik dalam maupun luar negeri.

Saung Angklung Udjo
Jalan Padasuka 118
Bandung
022 727 1714
Read More ...