Senopati merupakan kawasan metropolis yang terkenal sebagai surganya kuliner. Jika bosan dengan makanan fancy dengan harga selangit, Anda bisa mengunjungi Mokaya All You Can Eat. Kabar baiknya, dengan Rp. 99.000 ++ Anda bisa menyantap menu Yakiniku sepuasnya. Ketika memasuki area, kapasitas Mokaya tidak terlalu besar, namun cukup nyaman untuk bersantap, bersantai menikmati menu olahan daging.


Karena mengangkat menu Yakiniku sebagai spesialisasi, Mokaya mengundang para karnivora untuk menikmati sensasi memanggang daging sesuai dengan preferensi personal. Penawaran spesialnya adalah Yaki Beef Tender dengan potongan yang menyesuaikan harga. Untuk cost 99 ++, kualitas yang didapatkan cukup baik dan benar-benar lembut jika dipanggang dengan waktu yang disarankan.


Menjadi favorit berikutnya adalah daging ayam, Gyoza, Sosis yang menambah koleksi makanan di Mokaya. Lepas membahas mengenai menu, pandangan positif datang dari sisi pelayanan. Pramusaji sangat prima melayani tamu. Akhir kata, persinggahan saya di Mokaya menebarkan unggahan cita rasa yang kualitas dengan harga sesuai.


Mokaya All You Can Eat
Jl. Ciniru I No. 2, Senopati
Jakarta Selatan
(021) 7280 1359
Read More ...

Mengutip website Kementrian Perindustrian, jumlah konsumsi susu di Indonesia disebut masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Berdasarkan data nasional, konsumsi susu  masyarakat Indonesia rata-rata hanya mencapai 12 liter per tahun. Dengan kata lain, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya satu liter per bulan dan hanya sekitar 30 cubic centimeter (cc) per hari. 


Angka ini tentunya masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lainnya, bahkan dengan negara tetangga, Malaysia. Parahnya, di Indonesia susu kental manis justru lebih disenangi ketimbang susu sapi. 

Isu Kandungan Nutrisi Pada Susu
Isu mengenai nutrisi juga menjadi poin pokok di industri ini. Akar dari pernyataan tersebut adalah tentang pengembangan sapi perah baik dari sisi kuantitasnya maupun berbicara soal kualitas. Perlu diketahui bersama, tidak semua susu memiliki kandungan lengkap. Di zaman yang semakin maju, berkembang sebuah rekayasa genetik yang membuat banyak sapi hanya menghasilkan susu dengan kandungan protein A1.


Eh tunggu dulu, apa sih kandungan protein A1 itu? Dan apa perbedaannya dengan protein A2? Ini dia penjabarannya.





Protein A1 :

Mutasi genetik menyebabkan banyak sapi menghasilkan susu dengan kandungan protein A1. Kandungan ini bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu ketidaknyamanan perut, seperti kembung, flatulensi, sakit perut, atau bahkan diare yang biasanya bereaksi setelah mengonsumsi susu. Bagi orang awam, gejala ini sering disebut intoleransi laktosa.

Protein A2  :

Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik. Susu dari sapi A2 ini adalah 100% susu segar, tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi pada kandungannya. Susu yang hanya mengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap, karena tidak menimbulkan rasa eneg atau kembung akibat minum susu.



Adanya rekayasa genetik ini bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi baik untuk menunjang produksi susu di Indonesia. Namun di sisi lainnya, harus mengorbankan nutrisi yang seharusnya terkandung di dalam susu. Semestinya, susu yang baik memiliki unsur gizi yang lengkap di antaranya protein, kalsium, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh untuk berkembang.

Jika kita berpedoman untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari kebaikan sebuah susu. Maka, KIN Fresh Milk menjadi pilihan yang bijak. Susu KIN memiliki kandungan A2 sehingga saat dikonsumsi tidak menimbulkan perut kembung atau masalah pencernaan lainnya. Oleh sebab itu, menggalakkan tagar #ayominumsusu tampaknya harus mulai dilakukan sedini mungkin.

Siapa di sini yang hobi minum susu? Kalau aku sih yes. Apalagi sekarang sudah ada KIN Fresh Milk yang bukan hanya mengandung banyak nutrisi bagi tubuh, tetapi juga hadir dalam 3 varian rasa favorit, cokelat, original, dan rasa kopi.


Read More ...

Pertimbangan individu memilih sebuah merek produk susu sangat bervariasi. Misalnya, ada yang mengacu ke varian rasa, faktor harga, pemahaman akan brand susu tertentu, sampai ke soal manfaatnya. Upaya menjawab pernyataan tersebut, saya sempat mengambil sampel acak sederhana (simple random sampling).

Dari populasi 50 pekerja kantor di tempat saya bekerja, diambil 20 karyawan sebagai sampel secara acak. 66,5% dari mereka mengatakan bahwa susu yang terpenting adalah soal khasiatnya, tidak terpatok akan brand tertentu. Di satu sisi, data ini menunjukkan bahwa orang tentunya memperhatikan kandungan nutrisi yang biasanya tertera di kemasan. Kalau Anda termasuk di dalam persentase 66,5%, ini dia saya perkenalkan KIN Fresh Milk.


Kandungan Protein A2

Harus saya akui, bahwa manfaat bagi kesehatan adalah salah satu nilai penting dari sebuah produk susu. Tapi tahukah Anda? Seiring dengan berjalannya waktu, ditemukan sebuah mutasi genetik yang memungkinkan sapi menghasilkan susu dengan kandungan protein A1. Kandungan ini diduga menyebabkan reaksi yang tidak nyaman di perut setelah mengkonsumsi susu. Sebut saja seperti rasa kembung atau bahkan gangguan pencernaan.

Pada kenyataannya, mengonsumsi susu seharusnya tidak menimbulkan reaksi yang berlebihan di perut. Respon ini bisa terjadi karena tubuh tidak dapat mencerna protein A1 yang terkandung dalam susu. Maka dari itu KIN Fresh Milk berupaya menghasilkan produk susu segar yang berasal dari sapi A2, atau tanpa rekayasa genetik.

"Dengan begitu KIN Fresh Milk menjadikan merek pertama di Indonesia yang mengembangkan sapi yang berasal dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA."


Sebagai satu-satunya peternakan sapi yang menghasilkan susu dari sapi A2 di Indonesia, peternakan KIN Fresh Milk menjalani proses pemeriksaan yang ketat, di mulai dari kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA guna memastikan susu yang dihasilkan tidak mengandung protein A1. Notabenenya, susu yang hanya mengandung protein A2 lebih mudah dicerna oleh tubuh.


Varian Rasa Favorit

Pernahkah Anda mengonsumsi susu, lalu Anda langsung merasa, “Kaya pernah coba, rasanya mirip susu bla la bla.. ”? Tapi, sensasi berbeda dirasakan manakala Anda menyeruput KIN Fresh Milk. Membahas mengenai rasa, KIN Fresh Milk menghadirkan 3 varian favorit, yaitu full cream atau rasa original, cokelat, dan kopi.


Sebagai penggemar susu sapi, rasa cokelat selalu menjadi varian favorit saya, tapi KIN membawa susu ke level yang lebih tinggi. Hadirnya rasa kopi tak kalah memesona. KIN sukses menonjolkan rasa terbaik dari varian ini dengan menampilkan body yang tebal. This one you’ve got to try!

Satu lagi keunggulannya, kesegaran KIN Fresh Milk berbeda dengan susu pasaran lainnya. Mengapa demikian? Karena KIN Fresh Milk merupakan satu-satunya brand susu yang dikemas dalam botol dengan UV light barrier. 


Kegunaannya untuk menjamin kualitas susu di dalamnya tetap fresh sampai saat dibuka. Mengingat susu KIN dibuat tanpa bahan pengawet. Hal tersebut semakin meyakinkan saya bahwa KIN Fresh Milk punya kelasnya tersendiri.

Kesan pertama saya adalah KIN Fresh Milk nampaknya ingin menghadirkan susu segar yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan. Bahkan Kin Fresh Milk juga hadir sebagai pilihan yang sehat bagi para penggemar susu dan aman untuk anak usia 2 tahun ke atas.

"Gemar mengonsumsi susu sejak kecil, saya kerap kali terdoktrin dengan brand susu tertentu. Tapi sekarang, rasanya tiap pagi saya harus minum KIN Fresh Milk :)"



Read More ...

Sensasi menyantap makanan di restoran hotel berbintang memang berbeda. Apalagi selama ini, Hotel Ritz Carlton terkenal memiliki reputasi yang sangat baik, terutama di kalangan menengah ke atas. Itulah yang kiranya sekilas gambaran yang ada di benak saya, ketika tim Pergikuliner mengundang Alfa Member untuk berkumpul sembari menyantap makan siang di sana. 

Lokasi tepatnya untuk perhelatan ini adalah Pasola Restaurant, yang berada di lantai 6, Hotel Ritz Carlton Pacific Place. Restoran all-day dining ini memberikan pengalaman bersantap yang menurut saya, excellent. Satu hal yang membuat saya kagum adalah biasanya restoran berkelas selalu mengacu pada bahan-bahan impor, namun berbeda dengan Pasola yang dengan bangga akan gelimangan bumbu Nusantara.


Suguhan Menu Buffet
Kali ini kami disuguhkan menu buffet, mulai dari menu Asian hingga Western. Yeah should be fun, mari siapkan perut! Pasola punya serangkaian menu buffet di berbagai section. So here, I’m share some of highlighted points. Mula-mula, saya punya roti Perancis yang sewajarnya ada di kebanyakan restoran bintang lima.


Saya pun kembali berpikir, hal menarik apa yang selanjutnya saya gerayangi? Ketika hendak mengidentifikasi rasa, section yang sayang untuk dilewatkan adalah aneka sushi. Kenikmatan tiada tara tak dipungkiri berasal dari kesegaran daging yang disajikan. Ketika dinikmati, seolah meleleh di mulut dan semakin atraktif dengan cocolan shoyu.



Apakah perut ini masih kuat menampung amunisi? Kita lihat saja. Masih ada Bebek Peking, makanan olahan laut, dan pasta, yang mungkin akan lebih bijak kalau dinikmati dalam porsi yang minim ya. Tersedia juga aneka buah-buahan, es krim, dan sorbet yang pas dinikmati di akhir perburuan. Mamma mia!


Aneka Dessert yang Tak Luput dari Incaran
Tapi, sebelum menikmati menu dessert lainnya, pastikan Anda memanjakan indera pengecap di section cake. Layaknya sebuah karya seni, macam-macam cake di Pasola dipoles sedemikian rupa agar indah di pandang. Alih-alih kekenyangan, cake manis ini justru membuat gairah makan siang saya semakin meningkat. Ibarat dari indera pengecap, turun ke hati.




Sejak dilakukan renovasi, Pasola Restaurant mempunyai penampilan baru yang lebih sophisticated dari sebelumnya. Tertata apik dengan warna dominan cokelat muda, membuatnya nampak elegan. Overall, the experience was very pleasant, beautifully done with impeccable service. And mostly I was satisfied. Terima kasih Pergikuliner dan Pasola Restaurant.

Pasola Restaurant
The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place
Sudirman Central Business District (SCBD), Jl. Jendral Sudirman, Senayan
Jakarta Selatan
021 2550 1993
Read More ...

Selain mempertontonkan gaya arsitektur perkotaan dengan segala pesonanya, Shinjuku kerap memperhatikan keseimbangan kawasan dengan melestarikan Shinjuku Gyoen National Garden. Di taman yang disebut-sebut paling luas di kota Tokyo, kita dapat menikmati jalan sore di tengah hamparan pepohonan. Setelah membayar tiket seharga 200 yen untuk dewasa, Anda dapat langsung mengelilingi taman seluas 58,3 hektar ini.



‘Mempereteli’ pesona taman Gyoen, saya berjalan mengikuti arah peta yang saya ambil di pintu masuk. Dan tibalah saya di sebuah taman dengan jembatan dan kolam di tengahnya. Saya mengagumi keindahan taman tersebut dan bersiap mengabadikannya. Terselip pavilion Taiwan yang memancarkan keindahan dengan pantulan bangunan dari sungai. Indah sekali.


Taman Tematik
Ini merupakan daya tarik utama Shinjuku Gyoen, yaitu 3 pemandangan dengan gaya berbeda. Adalah taman formal Perancis dengan jajaran pohon Platanus, taman lansekap Inggris yang berhias dengan bunga tulip, serta tentu saja taman tradisional Jepang. Favorit saya adalah taman Perancis, dimana saya bisa merasakan suasana Eropa di Jepang.





Lokasinya sangat strategis, yakni cukup berjalan 5 menit dari pintu keluar JR Stasiun Shinjuku. Maka, tak heran banyak wisatawan asing yang ingin mengunjungi Shinjuku Garden saat berada di Jepang. Apalagi, atmosfernya berubah di setiap musim. Ah sayang sekali saya datang tidak di saat bunga sakura sedang bermekaran. Someday I'll be back to see the beauty of cherry blossoms blooming.

Shinjuku Gyoen National Garden
11 Naitomachi, Shinjuku, Tokyo 160-0014
Japan

Read More ...

Hell yeah, saya tahu betul bahwa saya menulis judul terlalu panjang. Tapi bukan itu arah pembicaraan kita. Blog ini akan bercerita tentang pengalaman saya di kota Tokyo, Jepang yang mana punya sisi menarik untuk dieksplorasi. Dinamika perkotaan yang terus bergerak maju, namun tetap mengindahkan kebudayaan di sana. Menarik! Menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam dari Jakarta, saya pun mendarat dengan cantik di kota Tokyo. Ini dia cerita perjalanan saya.

Eksotisme Kota Tokyo
Akui saja, bahwa Tokyo memiliki segala keindahan yang memanjakan mata. Show me anyone who can resist this beautiful city? Mata saya sejenak tertuju pada bangunan tinggi dengan gaya Arsitektur modern. Detail lain yang membuat saya terkagum-kagum adalah keteraturan masyarakat Jepang akan aturan yang berlaku.




Tokyo Metropolitan Government Building
Apabila Anda ingin menyaksikan kemegahan kota Tokyo dari atas, maka Tokyo Metropolitan Government Building adalah tujuan Anda. Gedung dengan ketinggian 202 meter ini berada di Shinjuku. Tempat ini sengaja disediakan bagi para turis. Bahkan sistematisnya pun dibuat sedemikian rupa agar memudahkan kami (para turis) untuk menuju lantai 45.


Tokyo Skytree
Di Jakarta ada Monas, kalau Tokyo andalannya ya Tokyo Skytree. Nah, makanya saat berkunjung ke Jepang, saya menyempatkan waktu untuk mengunjungi landmark kota Tokyo ini. Menara yang berdiri gagah di atas ketinggian 634 meter ini disebut-sebut yang paling tinggi dunia sampai saat ini loh. Bukan hanya bangunan menara, di area yang sama ada Tokyo Solamachi, pusat perbelanjaan untuk membeli cinderamata.


Asakusa Kanon Temple (Sensoji)
Menjadi sebuah permulaan yang indah, Sensoji Temple merupakan destinasi pertama yang ada di itinerary saya. Arsitektur khas Budha dengan patung dan ukiran tak luput dari jepretan kamera. What’s an exciting about being part a gorgeous temple. Di samping itu, banyak pula pengunjung yang memanfaatkan kunjungan dengan melakukan ritual doa di sini.



Oiya, sebelum sampai di kuil, banyak cinderamata dan kue tradisional khas Jepang yang tak ayal membuat saya terpana. Ada roti melon, es krim, kipas, hingga kaos pun ada di sini. Berjalan melewati kuil, ada taman yang cocok dijadikan spot untuk berfoto. Beserta kuil-kuil kecil yang mengikuti, mengurungkan niat saya untuk menyudahi kunjungan saya ke Asakusa.


Hachiko - Shibuya
Hal pertama yang saya lakukan di Shibuya adalah mencari patung Hachiko. Ya, masih dengan mini skirt dan kaos kaki panjang sampai ke betis, fashion item andalan saya ketika di Jepang. Who has inspired me? I don’t know. Berlokasi dekat sekali dengan stasiun Shibuya, patung Hachiko berdiri gagah dan kebetulan sedang tak banyak orang di sana.


Disneysea
Lika-liku perjalanan saya di Tokyo berlanjut ke Disneysea. Membentang sangat luas, rasanya mustahil bisa mengelilingi dan menikmati semua wahana dalam satu hari. Sekedar info, saya datang bukan di hari libur tetapi Disneysea tetap dipenuhi kerumunan orang kala itu. Bahkan untuk mencoba wahana Toy Story Mania pun saya sempat mengantri selama 2 jam. One more thing, jangan lupa untuk membeli makanan ringan, seperti Mochi, Popcorn, dan Hotdog yang terkenal di sini.




Shinjuku Gyoen National Garden

“Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudera
Bersama teman, bertualaaaang…”

Kiranya itulah lagu yang saya nyanyikan berulang-ulang ketika sampai di Shinjuku Gyoen Garden. Masih dengan gaya ala Jepang, kali ini saya memadukan kaos kaki panjang dengan rok berwarna merah dan bersiap mengelilingi taman seluas 58 hektar. Bagi pengunjung, disediakan map untuk mempermudah perjalanan di taman Gyoen. Serunya lagi, Anda bisa memasuki greenhouse yang merupakan rumah bagi banyak tanaman tropikal and subtropikal di Gyoen Garden.



Makanan
Berbicara soal traveling, mengupas mengenai makanan merupakan satu hal yang wajib untuk dilakukan.  Kalau sudah begini, maka quote yang pantas disematkan adalah Diet starts tomorrow”.

- Sushi
Sushi di sini sangat impresif. Mengeksplorasi semakin dalam, daging yang disajikan sangat fresh sehingga mempunyai kelekatan rasa yang mendekati sempurna. Spot kesukaan saya adalah duduk di konter, dimana saya dapat menyaksikan chef mengolah Sushi. Semuanya menakjubkan dan I totally get my moneys worth.



- Ramen
Saya telah mendengar begitu banyak hal tentang Ramen di Jepang, jadi saya tahu saya harus memeriksa satu kali selama kunjungan saya di sana. Rata-rata Ramen di sini memiliki keseimbangan rasa manis, asin, dan umami dalam satu porsinya. Each bite was a taste bomb! Juaranya tentu saja marinasi daging pork yang bertindak sebagai topping.

Menyinggung soal Ramen, tak terlepas dari nama Ichiran. Eksistensinya membuat saya langsung meletakkan di bagian atas bucketlist. Saya pun sudah siap menerjang antrian yang ‘katanya’ akan mengular di sana. Silakan memesan menu di mesin yang telah disediakan. Ketika akhirnya saya menempati kursi, saya Tonkotsu Ramen pun hadir di depan mata. Menu ini berpenampilan sederhana, tetapi kompleks dan ‘hangat’.


- Soba
Karena saat kunjungan saya ke Jepang cuaca sedang panas, maka Soba dingin menjadi alternatif yang tepat. Sementara kuah kaldu konsistensi melapisi setiap mie. Gurih menjadi basic rasa yang pertama kali terdeteksi oleh lidah. Bagi saya, semua komponen menyatu sebagaimana mestinya dan patut diapresiasi. 

- Gyoza
Lorong-lorong jalan yang agak sempit menjadi saksi bisu kenikmatan Gyoza di dekat stasiun Kameido. Gyoza dengan potongan seukuran gigitan dikukus dengan baik sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal. Pan Fried Dumpling ini semakin favorit manakala terdapat isian daging cincang dan wasabi di dalamnya.


- Sake
Saya menemukan tempat ini saat perjalanan pulang menuju hotel. Sebuah tempat sederhana namun tak pernah sepi pembeli. Karena penasaran, saya pun memutuskan untuk mampir dan memesan Sake. Rupanya, ada cara unik untuk menikmati Sake di tempat ini. Minuman hasil fermentasi dari beras ini dicampur dengan kuah Udon yang gurih agar tidak terlalu strong. Hasilnya? Ah lebih baik saya nikmati tanpa campuran kuah Udon. Sake was definitely worth a try in Japan.


- Takoyaki
Saya pribadi suka opsi topping tambahan yang disematkan di Takoyaki. Keju dan mentaiko adalah yang terbaik. Takoyaki memiliki cumi-cumi di dalam adonan dan teksturnya hampir seperti mochi. Kenyal dan super enak. Tapi jangan langsung melahapnya ya jika tidak ingin lidah Anda terbakar, karena panas yang bergumam di dalam adonan.


- Gyudon & Beef Bowl
Uraian potongan daging yang berlimpah memanjakan mata di awal perjumpaan. Seporsi Beef Bowl dan Gyudon pas didaulat menjadi menu makan siang. Dagingnya sangat lembut sehingga tak butuh banyak tenaga untuk mengoyaknya. Dilengkapi dengan tempura agar semakin memesona. Entah bagaimana tempura adonan tetap renyah setelah dilemparkan ke dalam saus. 



- Mister Donut X Pablo
Kali ini Mister Donut menggandeng Pablo sebagai rekanan. Bagi saya, taktik marketing yang begitu jitu mengingat nama Pablo sekarang sedang naik daun. Donat dengan lumuran keju dan custard yang meleleh mampu memberikan efek "nagih" dalam setiap gigitannya. Alhasil, membuat saya tidak bisa berhenti menikmatinya.


- Aneka Minuman
Mesin penjual minuman atau vending machine di Jepang memang racun! Setiap melintasinya, menggugah niat saya untuk mencicipi aneka minuman yang terpampang di sana. Mulai dari ocha, kopi, minuman susu, soda, sampai yogurt pun dijajakan. Favorit saya adalah Yakult dan Calpis Water. Mesti dicoba!


Ada banyak hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan dalam blog ini mengenai kota Tokyo. Tapi apalah daya, sekedar tulisan pendek mungkin akan lebih menginspirasi Anda. Dari semua perjalanan yang ada, 3 hal yang tak mungkin terlupakan mengenai kota Tokyo, keindahan kota, makanan, dan terakhir pola pikir mereka. Last but not least, experience what Japan cultures look, sound, and don't forget to feel like.
Read More ...