Starbucks bukanlah nama yang baru, tapi image Starbucks kemudian dikembangkan lagi dengan menambahkan embel-embel “Reserve” di belakang namanya. Ya, Starbucks Reserve merupakan inovasi baru dari gerai kopi asal Amerika ini yang ditujukan untuk pecinta kopi dengan suasana yang lebih elegan.


Di Jakarta sendiri, Starbucks Reserve memilih lokasi yang high end, salah satunya adalah Plaza Senayan. Dengan tampilan warna kalem, Starbucks Reserve identik dengan warna hitam dan cokelat. Tersedia berbagai sudut dengan sofa nyaman untuk membuat pengunjung lebih rileks dan terbawa dan suasana yang ditawarkan.


Di samping itu, Starbucks juga mengeluarkan menu terbarunya. Dua di antaranya yang saya cicipi adalah Tea-ramisu dan Caramel Chocolate Mousse Frappuccino. Berikut ringkasannya.

Tea-Ramisu
Saya mendapati resapan matcha yang khas dalam minuman ini. Paduannya semakin apik manakala saat diseruput jelas terasa uraian rasa cheesecake yang creamy. Tak ketinggalan dengan iringan whipped cream dan taburan cookies green tea di atasnya. Saat dicecap, lekatan rasa manis begitu kuat sampai-sampai tak mau beranjak di lidah. Tentu saja, kreasi Tea-ramisu akan mudah dicintai oleh para kaum hawa. Stay refreshed!


Caramel Chocolate Mousse Frappuccino
Selain Tea-Ramisu, persembahan menu terbaru Starbucks datang dari kategori Frappuccino, yakni Caramel Chocolate Mousse Frappuccino. Menu ini sangat memanjakan. Hal ini dibuktikannya lewat kombinasi yang harmonis antara kopi dan caramel. Sementara padanan cokelatnya sukses menghantarkan karakter rasa yang saya inginkan. They worked out really well.


Komitmen Starbucks untuk terus menginspirasi pecinta kopi di Jakarta khususnya, tersalurkan baik lewat persembahan konsep barunya ini. Dengan suasana yang lebih nyaman, tak jarang dari kaum urban menjadikannya “kantor virtual”. Atau bahkan menjadi wadah bagi para kaum sosial untuk menghabiskan waktu bersama teman sambil menyesap secangkir kopi.

Starbucks Reserve
Plaza Senayan. Lantai 1.
Jakarta
021 5790 0253
Read More ...

Berpartisipasi dalam mewarnai industri kuliner, Sushi Nara seakan membawa angin segar yang menghiasi jajaran tempat makan bernuansa Jepang di kawasan Kelapa Gading. Letaknya cukup jauh dari hingar bingar Kelapa Gading, namun tak menyulutkan niat para pecinta Sushi untuk sekedar mampir dan mencicipi olahan Sushi di sana.


Kapasitas ruangannya tidak cukup luas dan untuk makan dine in berada di lantai 2. Berbicara soal varian, Sushi Nara punya koleksi menu fushion Sushi yang beragam. Tak jarang, beberapa dari menunya justru dikemas lewat wadah yang atraktif. Inilah yang akhirnya menjadi daya tarik tersendiri bagi Sushi Nara. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Aburi Nigiri Set
Katanya presentasi sebuah makanan dianggap mampu membangkitkan selera makan. Itu juga yang saya rasakan ketika menikmati Aburi Nigiri Set di Sushi Nara. Ini yang saya sebutkan di awal. Presentasi dari Aburi Nigiri Set menggunakan kayu berbentuk jembatan sebagai wadah dimana itu sudah menjadi trademark Sushi Nara. Terlepas dari penyajiannya, beragam topping Nigiri yang dihidangkan fresh dan cukup memanjakan. Bagi saya, menu ini pantas dipesan tanpa rasa sesal.


Salmon Cheese

Varian yang juga akan memuaskan hasrat kuliner Anda Salmon Cheese. And this variant was a personal favorite of mine. Satu porsinya cukup menggairahkan di atas meja. Kepadatan nasi terbilang pas, sementara daging salmon yang terselip di dalamnya berharmonisasi baik dengan keju. Ah paduan kedua bahan ini sudah pasti legit.


Spicy Salmon Maki
Tak ketinggalan ada Spicy Salmon Maki. It looked nice but it didn’t taste as much like Spicy Salmon Maki as I thought. Bagi saya, nasinya terlalu lunak tidak seperti nasi khusus olahan Sushi pada umumnya. Serta bubuhan rasa pedasnya kurang menyatu dengan kondimen lain. Tetapi jangan khawatir, menu ini masih bisa saya nikmati.


Salah satu menu wajib ke restoran Sushi adalah jenis maki yang tak pernah absen dari daftar menu. Varian yang saya pilih kala itu adalah Salmon Maki and Tamago Maki. Kedua meni ini bukanlah hal yang asing sehingga tidak perlu banyak dideskripsikan. Sedikit catatan, untuk pelayanan yang diberikan oleh Sushi Nara terbilang prima, terutama dari para staff yang cekatan. Hanya saja menu yang saya pesan keluar cukup lama sehingga saya pun harus menunggu untuk menikmati satu demi satu menu pesanan. Namun, untuk saya pribadi pengalaman bersantap saya di Sushi Nara cukup berkesan.

Sushi Nara
Jl. Boulevard Raya, Blok QJ 5 No. 24, Kelapa Gading
Jakarta
021 2245 7055
Read More ...

“I like to move it, move it!” Begitu kiranya nyanyian yang saya lafalkan dalam hati ketika memasuki Madagaskar. Memadukan unsur alam yang ceria, ketika pertama kali menginjakkan kaki di sana Anda akan terbawa pada suasana indah bak di film Madagascar. Elemen seperti pepohonan, kayu, jembatan, hingga binatang yang seperti sungguhan pun dipresentasikan maksimal oleh Madagaskar.


Restoran ini terdiri dari dua lantai dan areanya cukup luas. Spot yang paling strategis ada pada lantai pertama dimana di sanalah letak pada binatang tersebut dipertontonkan. Kerap membayangkan bersantap di tengah hutan, pengalaman itu juga yang saya dapatkan di Madagaskar lewat atmosfer yang diusung. Teduhnya seakan membuat saya ‘ogah’ beranjak dari sini.



Puas membahas mengenai dekorasi, saatnya untuk pendeskripsian menu makanan. Racikan hidangan yang ditawarkan oleh Madagaskar berkiblat ke menu masakan Western. Pizza, Pasta, dan Steak menjadi item yang paling mudah ditemui dalam buku menu. Tanpa berbasa-basi lagi, ini dia hidangan yang saya nikmati di Madagaskar.

Quattro Formaggi Pizza
Pizza yang identik dengan empat macam keju ini dikreasikan dengan baik oleh Madagaskar. Di negara asalnya, Quattro Formaggi Pizza berisikan keju Ricotta, Mozzarella, Gorgonzola, dan Parmesan. Namun, karena dirasa Ricotta dan Gorgonzola kurang cocok dengan lidah orang Asia, maka Madagaskar pun mensubtitusinya dengan keju Emmental dan Bocconcini.


Dimana dua keju ini mempunyai karakter yang lebih condong ke rasa butter dan gurih. Untuk dasar Pizza sendiri menggunakan flatbread. Bagi saya, semua komponen Pizza menyatu sebagaimana mestinya dan patut diapresiasi. Kejunya pun berlimpah dengan tambahan potongan tomat kering sebagai topping. Alih alih kekenyangan, Pizza ini justru membuat saya ketagihan.

Mango Tango
Jika bertandang ke Madagaskar pastikan Anda memesan menu yang satu ini, namanya Mango Tango. Berisikan mango puree, sirup vanila, dan tambahan es krim rasa vanila di atasnya, menu ini menggabungkan rasa gurih dan manis yang addictive. Belum lagi potongan buah mangga yang bertengger di atasnya menambah kesegaran Mango Tango. “I want more, I want more!”


Iced Cappuccino
Rasanya kurang afdol kalau tidak mencicipi olahan kopi di Madagaskar. Saya pun berinisiatif untuk memesan Iced Cappuccino. Sekedar info, kopi ini tidak di “blend”, melainkan hanya diberi es batu agar terasa dingin. Untuk ukuran kopi restoran not bad, walaupun kurang kuat dari segi rasa tetapi menu ini masih bisa dinikmati dengan baik.


Madagaskar berlokasi di lantai 5 Plaza Senayan, berada satu lantai dengan Cinema XX1 tepatnya di bagian sudut sebelah kanan. Anda akan dengan mudah menemukan restoran ini, karena tulisan “Madagaskar” terpampang jelas di bagian depan. Tak jarang, spot tersebut dijadikan tempat berfoto bagi para pengunjung Madagaskar.

Rasa puas membayangi benak saya setelah menikmati pengalaman bersantap di Madagaskar. Dengan suasana restoran yang atraktif disempurnakan dengan dekorasi hutan yang tampak nyata, Madagaskar bisa menjadi salah satu restoran casual dining pilihan Anda bersama keluarga. Di sini juga menyediakan “kids menu” loh!

Madagaskar
Plaza Senayan Lantai 5
Jakarta Selatan
021 5790 6082
Read More ...

Menjunjung warna serba putih dengan sedikit juntaian warna emas, sejatinya Madame Delima mencoba mengkombinasikan gaya interior yang mewah dan nuansa nyaman dalam setiap ruang. Memasuki areanya, di sudut kiri Anda akan disuguhkan dengan spot terbaik untuk berfoto yang mana terukir nama “Madame Delima” di bagian atas. 


Cita rasa estetika juga terkemuka lewat korelasi yang seimbang antara furnitur dan dekorasi. Visualisasi yang digambarkan oleh Madame Delima ini merupakan tipikal tema yang berkiblat ke gaya Eropa Timur. Terlepas dari suasana, Madame Delima mengakomodasi pilihan makanan Indonesia yang tersaji apik. Berikut ulasannya.

Singkong Thailand
Mula-mula Singkong Thailand membuka pertemuan pertama saya dengan Madame Delima. Mengacu pada teksturnya, menu olahan Singkong ini terbilang cukup lembut. Dilumuri dengan saus putih di atasnya membuat karakter menu ini semakin menggoda. Tidak terlalu manis dan juga ada unsur rasa gurih yang seimbang.


Bitterballen
Lewat rasanya, daging sapi yang bertindak sebagai isian memberikan sentuhan yang memikat manakala saya menggigit Bitterballen ini. Camilan ini juga diproses dengan baik, menghasilkan tekstur yang garing dan lembut di saat yang bersamaan. Preferensinya semakin menyenangkan manakala saya membubuhkan saus mustard di atasnya.


Sate Kere
Gigitan pertama itu begitu kenyal namun aksen rasa manis terlalu mendominasi di menu Sate Kere. Disandingkan dengan bumbu kacang, membuatnya semakin meruah. Terlebih, walaupun nampak seperti sate pada umumnya, namun bahan utama sate yang berasal dari Solo ini bukanlah daging-dagingan melainkan tempe gambus / ampas tahu. Meskipun begitu, menu ini tetap terlihat cantik dari sisi penyajian.


Tahu Isi
Masih membahas dari sisi makanan pembuka. Deskripsi selanjutnya adalah Tahu isi. Sebagaimana umumnya, Tahu Isi tersebut menggunakan sayur-sayuran sebagai isian. Jangan abaikan saus asam manis yang disediakan. Cocolkan Tahu Isi ini ke dalam saus untuk mendapatkan cita rasa maksimal. Tersaji dalam porsi yang tidak cukup besar, maka menu ini pas dijadikan hidangan pembuka.


Mie Goreng
Setelah puas membahas mengenai makanan pembuka, kini beralih ke hidangan utama. Pertama-tama yang akan dibahas adalah Mie Goreng. Saya termasuk orang yang sangat menggemari apapun olahan Mie. Dan jujur saja, saya mengharapkan rasa yang lebih untuk Mie Goreng di Madame Delima ini. It’s good but not great.


Gurame Kecombrang
Madame Delima mempresentasikan menu Ikan Gurame Kecombrang ini dengan sangat baik, sehingga mampu menggugah selera siapa saja yang memandangnya. Akan tetapi menurut saya, presentasi yang diperlihatkan tidak cukup mewakilkan rasa yang coba disuguhkan. Jangan khawatir, saya masih menikmati ikan ini dengan baik. Satu poin tambahan, tekstur gurame pun terbilang garing menandakan ikan tersebut diproses dengan baik.


Sop Buntut
Bergeser ke menu berikutnya ada Sop Buntut. Menu ini membuat saya terpana dengan karakteristik yang diembannya. Saat suapan pertama rasanya sudah mampu mewakilkan rasa kuah yang gurih dan beragam torehan bumbu yang pas di lidah. Sementara dagingnya empuk dan tak berbau, mampu membangkitkan selera.


Hal lain yang juga masih terkait menjadi bagian yang perlu dideskripskan adalah service. Berbicara tentang pelayanan, Madame Delima mampu memperlakukan pelanggan sebagaimana mestinya. Ini tentu jadi perhatian utama Madame Delima mengingat pengunjungnya tidak hanya datang dari orang lokal tetapi juga warga asing yang ingin mengecap lezatnya makanan khas Indonesia.

Madame Delima
Jl. RP Soeroso No. 1A, Cikini
Jakarta
021 310 2128
Read More ...

Sore yang cukup berawan tak menyulutkan niat saya dan beberapa rekan reviewers PergiKuliner untuk menghadiri acara “Ngumpul Bareng PergiKuliner Alfa” yang diadakan pada 27 Mei lalu. Bertempat di Madame Delima, para peserta diminta untuk mengenakan dress code berwarna putih mengingat tema hari itu adalah Ramadan.


Acara tersebut berlangsung cukup meriah dengan beragam games yang menarik. Salah satunya adalah “Blind Test”. Dimana para peserta yang notabene-nya adalah para foodies ditantang untuk mencoba Gelato dan menebak nama gerai yang menjual Gelato tersebut. Tak pelak, kami pun berlomba-lomba untuk menjadi pemenang. Sementara untuk makanan, para reviewers disuguhkan menu buffet makanan Indonesia yang mana sudah menjadi signature dish di Madame Delima.

Sebelumnya, PergiKuliner juga pernah mengadakan acara serupa pada 10 Februari 2018. Acara tersebut dilaksanakan untuk menyambut Valentine’s Day. Pergikuliner mengundang para member Alfa untuk ‘seseruan’ bersama di Enmaru, The Plaza. Dan makanan yang disuguhkan berupa all you can eat, terdiri dari aneka Sushi, Kushiyaki, dan beragam makanan Jepang lainnya.


Tahun lalu, tepatnya di tanggal 28 Oktober 2018, PergiKuliner juga pernah mengadakan acara kumpul bersama. Kala itu, tema yang dipilih adalah Halloween. Jadi, para undangan diminta untuk berdandan layaknya di Pesta Halloween. Adapun tempatnya berlokasi di Queens Head, Kemang dan berlangsung meriah. Terlihat dari antusias dan keceriaan para reviewers yang hadir.


Sekedar informasi, PergiKuliner merupakan direktori beserta direktori tempat makan dengan ruang lingkup Jabodetabek. Dimana siapa saja boleh memberikan rating, ulasan, pengalaman, serta unggahan foto mengenai sebuah tempat makan yang pernah dikunjungi. Mereka yang aktif menulis review itulah yang dapat dikategorikan ‘PergiKuliner Alfa’.

Klik di sini untuk melihat ulasan saya di PergiKuliner.
Read More ...

Hidup sehat bukan sekedar wacana semata tetapi juga harus dijadikan bagian dari gaya hidup. Itu juga yang melatarbelakangi keberadaan Fit Lokal, destinasi bagi mereka yang ingin tetap menyantap makanan enak tetapi juga menyehatkan. Bubuhan ‘Lokal’ sendiri merujuk pada istilah low calorie yang mana restoran ini memang menyajikan makanan rendah kalori. 

Bahan utama yang digunakan oleh Fit Lokal tak lain dan tak bukan adalah Konnyaku yang memiliki tekstur kenyal layaknya jelly. Konnyaku sendiri adalah sejenis umbi-umbian yang kaya akan serat. Bahan makanan asal Jepang tersebut juga mengandung 90% air dan tidak mengandung lemak. Maka, sangat bagus untuk mengontrol berat badan.

Masuk ke bagian menu, ada 3 pola yang diberlakukan oleh Fit Lokal untuk pemesanan. Dimana yang pertama pelanggan akan memilih bahan utama terlebih dahulu yakni nasi, kwetiau, dan mie yang semuanya tentu berbahan dasar konnyaku. Setelah itu beralih ke bagian topping yang terdiri dari dada ayam, daging sapi, dan juga vegetarian. Kemudian langkah terakhir, pelanggan diminta untuk memilih saus, yaitu pilihannya ada original, ebi, sesame, dan paling baru adalah saus garlic dengan tingkat kepedasan yang bisa diatur sesuai selera.

Saya sendiri memesan kwetiau dengan topping daging ayam dan saus original. Buat saya yang memang  terbiasa mengonsumsi panganan sehat tentu akan berkata Fit Lokal mengemban bumbu yang cukup lezat. Namun berbeda pendapat dengan teman saya yang tidak terbiasa dengan makanan sehat, maka ia mengatakan bahwa menu tersebut “kurang rasa”. Perlu dicatat juga, porsi yang disajikan oleh Fit Lokal terbilang sedikit untuk  ukuran makan siang.


Jika Anda pecinta masakan pedas, ada Nasi Goreng Sambal Matah. Sedikit info, menu ini didominasi rasa pedas dengan side dish sambal matah yang melimpah ruah. Jadi pastikan perut Anda cukup kuat sebelum mengonsumsinya. Sebagai kudapan ringan, tersedia Konnyaku Snack yang hadir dengan bumbu gurih memikat. Terlebih lagi, Fit Lokal menyediakan Infused Water yang bisa di-refill berulang kali.



Gerai Fit Lokal sendiri berlokasi di Cipete - Fatmawati, berada satu gedung dengan 20 Fit. Gerai ini juga baru mengadakan grand opening pada bulan Februari 2018 lalu. Jadi, apa Anda antusias menyambut gerai Fit Lokal ini?

Fit Lokal
Jl. Cipete Raya No. 16, Fatmawati
Jakarta
0858 888 8840

*Notes : Sorry for the low quality. Pics were taken by my phone
Read More ...