Sensasi menyantap makanan di restoran hotel berbintang memang berbeda. Apalagi selama ini, Hotel Ritz Carlton terkenal memiliki reputasi yang sangat baik, terutama di kalangan menengah ke atas. Itulah yang kiranya sekilas gambaran yang ada di benak saya, ketika tim Pergikuliner mengundang Alfa Member untuk berkumpul sembari menyantap makan siang di sana. 

Lokasi tepatnya untuk perhelatan ini adalah Pasola Restaurant, yang berada di lantai 6, Hotel Ritz Carlton Pacific Place. Restoran all-day dining ini memberikan pengalaman bersantap yang menurut saya, excellent. Satu hal yang membuat saya kagum adalah biasanya restoran berkelas selalu mengacu pada bahan-bahan impor, namun berbeda dengan Pasola yang dengan bangga akan gelimangan bumbu Nusantara.


Suguhan Menu Buffet
Kali ini kami disuguhkan menu buffet, mulai dari menu Asian hingga Western. Yeah should be fun, mari siapkan perut! Pasola punya serangkaian menu buffet di berbagai section. So here, I’m share some of highlighted points. Mula-mula, saya punya roti Perancis yang sewajarnya ada di kebanyakan restoran bintang lima.


Saya pun kembali berpikir, hal menarik apa yang selanjutnya saya gerayangi? Ketika hendak mengidentifikasi rasa, section yang sayang untuk dilewatkan adalah aneka sushi. Kenikmatan tiada tara tak dipungkiri berasal dari kesegaran daging yang disajikan. Ketika dinikmati, seolah meleleh di mulut dan semakin atraktif dengan cocolan shoyu.



Apakah perut ini masih kuat menampung amunisi? Kita lihat saja. Masih ada Bebek Peking, makanan olahan laut, dan pasta, yang mungkin akan lebih bijak kalau dinikmati dalam porsi yang minim ya. Tersedia juga aneka buah-buahan, es krim, dan sorbet yang pas dinikmati di akhir perburuan. Mamma mia!


Aneka Dessert yang Tak Luput dari Incaran
Tapi, sebelum menikmati menu dessert lainnya, pastikan Anda memanjakan indera pengecap di section cake. Layaknya sebuah karya seni, macam-macam cake di Pasola dipoles sedemikian rupa agar indah di pandang. Alih-alih kekenyangan, cake manis ini justru membuat gairah makan siang saya semakin meningkat. Ibarat dari indera pengecap, turun ke hati.




Sejak dilakukan renovasi, Pasola Restaurant mempunyai penampilan baru yang lebih sophisticated dari sebelumnya. Tertata apik dengan warna dominan cokelat muda, membuatnya nampak elegan. Overall, the experience was very pleasant, beautifully done with impeccable service. And mostly I was satisfied. Terima kasih Pergikuliner dan Pasola Restaurant.

Pasola Restaurant
The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place
Sudirman Central Business District (SCBD), Jl. Jendral Sudirman, Senayan
Jakarta Selatan
021 2550 1993
Read More ...

Selain mempertontonkan gaya arsitektur perkotaan dengan segala pesonanya, Shinjuku kerap memperhatikan keseimbangan kawasan dengan melestarikan Shinjuku Gyoen National Garden. Di taman yang disebut-sebut paling luas di kota Tokyo, kita dapat menikmati jalan sore di tengah hamparan pepohonan. Setelah membayar tiket seharga 200 yen untuk dewasa, Anda dapat langsung mengelilingi taman seluas 58,3 hektar ini.



‘Mempereteli’ pesona taman Gyoen, saya berjalan mengikuti arah peta yang saya ambil di pintu masuk. Dan tibalah saya di sebuah taman dengan jembatan dan kolam di tengahnya. Saya mengagumi keindahan taman tersebut dan bersiap mengabadikannya. Terselip pavilion Taiwan yang memancarkan keindahan dengan pantulan bangunan dari sungai. Indah sekali.


Taman Tematik
Ini merupakan daya tarik utama Shinjuku Gyoen, yaitu 3 pemandangan dengan gaya berbeda. Adalah taman formal Perancis dengan jajaran pohon Platanus, taman lansekap Inggris yang berhias dengan bunga tulip, serta tentu saja taman tradisional Jepang. Favorit saya adalah taman Perancis, dimana saya bisa merasakan suasana Eropa di Jepang.





Lokasinya sangat strategis, yakni cukup berjalan 5 menit dari pintu keluar JR Stasiun Shinjuku. Maka, tak heran banyak wisatawan asing yang ingin mengunjungi Shinjuku Garden saat berada di Jepang. Apalagi, atmosfernya berubah di setiap musim. Ah sayang sekali saya datang tidak di saat bunga sakura sedang bermekaran. Someday I'll be back to see the beauty of cherry blossoms blooming.

Shinjuku Gyoen National Garden
11 Naitomachi, Shinjuku, Tokyo 160-0014
Japan

Read More ...

Hell yeah, saya tahu betul bahwa saya menulis judul terlalu panjang. Tapi bukan itu arah pembicaraan kita. Blog ini akan bercerita tentang pengalaman saya di kota Tokyo, Jepang yang mana punya sisi menarik untuk dieksplorasi. Dinamika perkotaan yang terus bergerak maju, namun tetap mengindahkan kebudayaan di sana. Menarik! Menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam dari Jakarta, saya pun mendarat dengan cantik di kota Tokyo. Ini dia cerita perjalanan saya.

Eksotisme Kota Tokyo
Akui saja, bahwa Tokyo memiliki segala keindahan yang memanjakan mata. Show me anyone who can resist this beautiful city? Mata saya sejenak tertuju pada bangunan tinggi dengan gaya Arsitektur modern. Detail lain yang membuat saya terkagum-kagum adalah keteraturan masyarakat Jepang akan aturan yang berlaku.




Tokyo Metropolitan Government Building
Apabila Anda ingin menyaksikan kemegahan kota Tokyo dari atas, maka Tokyo Metropolitan Government Building adalah tujuan Anda. Gedung dengan ketinggian 202 meter ini berada di Shinjuku. Tempat ini sengaja disediakan bagi para turis. Bahkan sistematisnya pun dibuat sedemikian rupa agar memudahkan kami (para turis) untuk menuju lantai 45.


Tokyo Skytree
Di Jakarta ada Monas, kalau Tokyo andalannya ya Tokyo Skytree. Nah, makanya saat berkunjung ke Jepang, saya menyempatkan waktu untuk mengunjungi landmark kota Tokyo ini. Menara yang berdiri gagah di atas ketinggian 634 meter ini disebut-sebut yang paling tinggi dunia sampai saat ini loh. Bukan hanya bangunan menara, di area yang sama ada Tokyo Solamachi, pusat perbelanjaan untuk membeli cinderamata.


Asakusa Kanon Temple (Sensoji)
Menjadi sebuah permulaan yang indah, Sensoji Temple merupakan destinasi pertama yang ada di itinerary saya. Arsitektur khas Budha dengan patung dan ukiran tak luput dari jepretan kamera. What’s an exciting about being part a gorgeous temple. Di samping itu, banyak pula pengunjung yang memanfaatkan kunjungan dengan melakukan ritual doa di sini.



Oiya, sebelum sampai di kuil, banyak cinderamata dan kue tradisional khas Jepang yang tak ayal membuat saya terpana. Ada roti melon, es krim, kipas, hingga kaos pun ada di sini. Berjalan melewati kuil, ada taman yang cocok dijadikan spot untuk berfoto. Beserta kuil-kuil kecil yang mengikuti, mengurungkan niat saya untuk menyudahi kunjungan saya ke Asakusa.


Hachiko - Shibuya
Hal pertama yang saya lakukan di Shibuya adalah mencari patung Hachiko. Ya, masih dengan mini skirt dan kaos kaki panjang sampai ke betis, fashion item andalan saya ketika di Jepang. Who has inspired me? I don’t know. Berlokasi dekat sekali dengan stasiun Shibuya, patung Hachiko berdiri gagah dan kebetulan sedang tak banyak orang di sana.


Disneysea
Lika-liku perjalanan saya di Tokyo berlanjut ke Disneysea. Membentang sangat luas, rasanya mustahil bisa mengelilingi dan menikmati semua wahana dalam satu hari. Sekedar info, saya datang bukan di hari libur tetapi Disneysea tetap dipenuhi kerumunan orang kala itu. Bahkan untuk mencoba wahana Toy Story Mania pun saya sempat mengantri selama 2 jam. One more thing, jangan lupa untuk membeli makanan ringan, seperti Mochi, Popcorn, dan Hotdog yang terkenal di sini.




Shinjuku Gyoen National Garden

“Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudera
Bersama teman, bertualaaaang…”

Kiranya itulah lagu yang saya nyanyikan berulang-ulang ketika sampai di Shinjuku Gyoen Garden. Masih dengan gaya ala Jepang, kali ini saya memadukan kaos kaki panjang dengan rok berwarna merah dan bersiap mengelilingi taman seluas 58 hektar. Bagi pengunjung, disediakan map untuk mempermudah perjalanan di taman Gyoen. Serunya lagi, Anda bisa memasuki greenhouse yang merupakan rumah bagi banyak tanaman tropikal and subtropikal di Gyoen Garden.



Makanan
Berbicara soal traveling, mengupas mengenai makanan merupakan satu hal yang wajib untuk dilakukan.  Kalau sudah begini, maka quote yang pantas disematkan adalah Diet starts tomorrow”.

- Sushi
Sushi di sini sangat impresif. Mengeksplorasi semakin dalam, daging yang disajikan sangat fresh sehingga mempunyai kelekatan rasa yang mendekati sempurna. Spot kesukaan saya adalah duduk di konter, dimana saya dapat menyaksikan chef mengolah Sushi. Semuanya menakjubkan dan I totally get my moneys worth.



- Ramen
Saya telah mendengar begitu banyak hal tentang Ramen di Jepang, jadi saya tahu saya harus memeriksa satu kali selama kunjungan saya di sana. Rata-rata Ramen di sini memiliki keseimbangan rasa manis, asin, dan umami dalam satu porsinya. Each bite was a taste bomb! Juaranya tentu saja marinasi daging pork yang bertindak sebagai topping.

Menyinggung soal Ramen, tak terlepas dari nama Ichiran. Eksistensinya membuat saya langsung meletakkan di bagian atas bucketlist. Saya pun sudah siap menerjang antrian yang ‘katanya’ akan mengular di sana. Silakan memesan menu di mesin yang telah disediakan. Ketika akhirnya saya menempati kursi, saya Tonkotsu Ramen pun hadir di depan mata. Menu ini berpenampilan sederhana, tetapi kompleks dan ‘hangat’.


- Soba
Karena saat kunjungan saya ke Jepang cuaca sedang panas, maka Soba dingin menjadi alternatif yang tepat. Sementara kuah kaldu konsistensi melapisi setiap mie. Gurih menjadi basic rasa yang pertama kali terdeteksi oleh lidah. Bagi saya, semua komponen menyatu sebagaimana mestinya dan patut diapresiasi. 

- Gyoza
Lorong-lorong jalan yang agak sempit menjadi saksi bisu kenikmatan Gyoza di dekat stasiun Kameido. Gyoza dengan potongan seukuran gigitan dikukus dengan baik sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal. Pan Fried Dumpling ini semakin favorit manakala terdapat isian daging cincang dan wasabi di dalamnya.


- Sake
Saya menemukan tempat ini saat perjalanan pulang menuju hotel. Sebuah tempat sederhana namun tak pernah sepi pembeli. Karena penasaran, saya pun memutuskan untuk mampir dan memesan Sake. Rupanya, ada cara unik untuk menikmati Sake di tempat ini. Minuman hasil fermentasi dari beras ini dicampur dengan kuah Udon yang gurih agar tidak terlalu strong. Hasilnya? Ah lebih baik saya nikmati tanpa campuran kuah Udon. Sake was definitely worth a try in Japan.


- Takoyaki
Saya pribadi suka opsi topping tambahan yang disematkan di Takoyaki. Keju dan mentaiko adalah yang terbaik. Takoyaki memiliki cumi-cumi di dalam adonan dan teksturnya hampir seperti mochi. Kenyal dan super enak. Tapi jangan langsung melahapnya ya jika tidak ingin lidah Anda terbakar, karena panas yang bergumam di dalam adonan.


- Gyudon & Beef Bowl
Uraian potongan daging yang berlimpah memanjakan mata di awal perjumpaan. Seporsi Beef Bowl dan Gyudon pas didaulat menjadi menu makan siang. Dagingnya sangat lembut sehingga tak butuh banyak tenaga untuk mengoyaknya. Dilengkapi dengan tempura agar semakin memesona. Entah bagaimana tempura adonan tetap renyah setelah dilemparkan ke dalam saus. 



- Mister Donut X Pablo
Kali ini Mister Donut menggandeng Pablo sebagai rekanan. Bagi saya, taktik marketing yang begitu jitu mengingat nama Pablo sekarang sedang naik daun. Donat dengan lumuran keju dan custard yang meleleh mampu memberikan efek "nagih" dalam setiap gigitannya. Alhasil, membuat saya tidak bisa berhenti menikmatinya.


- Aneka Minuman
Mesin penjual minuman atau vending machine di Jepang memang racun! Setiap melintasinya, menggugah niat saya untuk mencicipi aneka minuman yang terpampang di sana. Mulai dari ocha, kopi, minuman susu, soda, sampai yogurt pun dijajakan. Favorit saya adalah Yakult dan Calpis Water. Mesti dicoba!


Ada banyak hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan dalam blog ini mengenai kota Tokyo. Tapi apalah daya, sekedar tulisan pendek mungkin akan lebih menginspirasi Anda. Dari semua perjalanan yang ada, 3 hal yang tak mungkin terlupakan mengenai kota Tokyo, keindahan kota, makanan, dan terakhir pola pikir mereka. Last but not least, experience what Japan cultures look, sound, and don't forget to feel like.
Read More ...

Porto De Cruz tasting event was held at Bacco Jakarta, September 9. I enjoyed a casual stand-up wine tasting from 7 PM - 9 PM. The crowd in this event mostly upper class, with many expats and executives. This event offered a special canap├ęs and free flow of cocktail like Porto Contento. It was Cruz Port wine combined with blackberry, caramel syrup, orange juice, and cashew nuts for garnish. The taste of Porto Contento Cocktail was sweet, suitable for women.



One of my favourite was Port Ruby, that contained of Cruz Port wine with peach fruit and soda. Balance of sweetness, fresh, with a very pleasant finish. The last one, I had Porto Colada in my hand. Cruz Port wine with Saint James Rum, orchid syrup, and coconut cream. The taste was mind blowing. And of course, me and all guests can felt a majestic party on that night.




Read More ...

Dilihat dari segi potensialnya, cake shop tak pernah ditinggal penggemar. Apalagi jika ditunjang dengan hal-hal yang unik dan menggemaskan, sesuai dengan jati diri dari cake shop itu sendiri. Hal tersebutlah yang kemudian diakomodasi oleh Cake A Boo yang berlokasi di Mall Gandaria City. Siapa saja pasti akan menoleh melihat desain interior Cake A Boo yang dipenuhi warna-warna cerah. Pink, biru, dan putih, itulah yang kiranya paling mendominasi. Seolah terintegrasi, furniture Cake A Boo juga menggunakan motif senada. 


Bukan hanya ruangannya yang ditata apik, koleksi cake di sini pun tak lepas dari kata ‘menggemaskan’. Beberapa cake yang saya pesan, antara lain:

Mini Wonderland
Asumsi bahwa cake bisa memberikan efek bahagia benar adanya. Mini Wonderland membuktikan hal tersebut. Lihat saja detailnya, mengumpamakan sebuah es krim terbalik yang jatuh di atas cake. Ketika dipotong, terlihat lapisan Blackforest yang dilengkapi dengan chocolate crunch dan chocolate macaron sebagai garnish. Untuk rasa? So pleased with the taste. Sweet, but tolerable.



Mini Bomb
Omgoodness, Mini Bomb ini menggoda sejak awal perjumpaan. Isinya adalah praline mousse dan chocolate sponge. Ah saya suka dengan menu ini. Rasa manisnya keluar sangat halus dikombinasikan dengan sedikit rasa gurih yang muncul malu-malu. Jika Anda penyuka cokelat, cake ini wajib kamu perhitungkan. Mini Bomb ludes seketika.


Mini Choco Mojo
Cake berikutnya yang menarik perhatian saya adalah Mini Choco Mojo. Karena tidak sempat untuk menikmatinya di tempat, alhasil saya pun membawanya pulang. Menggunakan cokelat Valrhona sebagai bahan utama, sudah memperlihatkan mutu dari cake yang satu ini. Sementara itu dark chocolate mousse membuat rasanya kian kombinasi. Manisnya pas dengan karakter chocolaty yang membuat saya tak bisa berpaling dari menu ini.


Strawberry Julep
Kontradiktif memang, Strawberry Julep cukup mewakili keinginan saya hari itu. Setelah puas mencicipi cake yang sebagian besar bercita rasa manis, minuman yang terdiri dari strawberry, jeruk, dan daun mint menu ini langsung menimbulkan sensasi segar di seruputan pertama. Menyempurnakan pengalaman saya di Cake A Boo.


Tak ubahnya perkembangan fashion, desain sebuah cake shop dan presentasi menu menjadi parameter yang patut diperhitungkan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa cake yang berwarna-warni bisa menambah nafsu makan seseorang. Itulah yang menjadi daya pikat Cake A Boo. So, if you've got a sweet tooth, this is right place to come.


Cake A Boo
Gandaria City, Lantai Upper Ground
Jakarta Selatan
021 2923 6367
Read More ...

Teknik mengolah kopi dengan cold brew ramai belakangan ini. Salah satu brand kopi yang mengusung teknik tersebut ialah Yojo Coffee. Memesan melalui website resminya, Yojo Coffee, saya mendapati Mocha Choco di daftar belanjaan. Varian ini meliputi kopi berjenis arabika, bubuk kakao, susu almond, dan gula kelapa di bagian komposisi.

Tidak terlalu manis dan sangat berasa cokelatnya. Saya suka dengan sajian kopi yang satu ini. Nah, jika Anda menginginkan kopi yang ‘serius’, varian ini nampaknya cocok untuk dipesan. Ialah The Original yang diolah tanpa gula. Walaupun tanpa tambahan pemanis, kopi hitam ini bisa dinikmati dengan baik ditambah tingkat keasamaan yang toleran.


Mengusung dari konsep sehat yang diemban, Yojo Coffee terbuat dari bahan-bahan organik dan diproses tanpa tambahan bahan pengawet. Selain itu, tentunya Yojo tidak mengandung gluten sama sekali. Untuk harga sendiri, Yojo Coffee mematok harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp. 28.000 untuk The Original dan Rp. 30.000 untuk varian rasa lainnya.


Notes :
Sebagai informasi, proses pendinginan kopi dengan teknik cold brew ini membutuhkan waktu 24 jam lamanya untuk mendapatkan rasa yang optimal. Maksudnya optimal di sini adalah aroma dan rasa yang lebih bersahabat ketimbang menyeduh dengan air panas. Maka hasilnya, rasa manis akan lebih menguat. Cold brew sendiri disebut-sebut lebih menyehatkan mengingat kadar acid yang terkandung di dalam kopi berkurang seiring dengan proses pendinginan. Dapat disebutkan, kopi yang melewati proses cold brew aman bagi lambung.
Read More ...