J House Wine Resto, sebuah restoran yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur baru -baru ini menyelenggarakan acara bertemakan Groovy Friday. Acara yang digelar hari Jum’at, 9 September ini dimeriahkan dengan penampilan dari DJ Paul dan DJ Fadlie. Keduanya merupakan DJ handal yang bermain di ranah house music.




Adapun acara ini terselenggara berkat kerjasama J House dan PT. Hatten Wines dimana brand wine lokal tersebut bertindak sebagai sponsor. Sebagai informasi, PT. Hatten Wines merupakan salah satu produsen wine yang berpusat di Bali. Walaupun wine lokal, nyatanya Hatten mampu bersaing dengan di pasar internasional. Selain itu, PT. Hatten juga memproduksi brand Two Islands yang menggunakan fermentasi anggur asal Australia.



Perhelatan Groovy Friday jadi momentum J House dalam menyediakan sebuah wadah bagi kaum urban guna menyambut perayaan libur panjang lewat persembahan acara menarik. Terbukti, para tamu yang hadir seperti melebur, larut dalam suasana suka cita. Mereka menari mengikuti alunan DJ. Sekedar informasi, sebelumnya J House juga pernah menggelar acara serupa lewat acara yang bertajuk Groovy Thursday pada 24 Maret dan menyusul kemudian Groovy Wednesday di tanggal 4 Mei 2016. 
Read More ...

0 comments

Semua wanita sudah pasti ingin selalu terlihat cantik dan menarik di hadapan para pria. Terlebih lagi pria yang dimaksud adalah orang yang kamu suka. Salah satu cara untuk menarik perhatian pria yang kamu suka adalah merubah gaya berbusana. Agar tidak salah kostum di depan pria yang kamu suka. Mending simak cara berbusana yang disukai banyak pria berikut ini.


Gaya Busana Office Look
Meskipun menggunakan kemeja dan pencil skirt menurutmu boring dan kaku. Gaya busana ini justru disukai banyak pria loh. Pria menganggap wanita yang mengenakan pakaian layaknya pergi ke kantor terlihat lebih dewasa dan smart. Tak perlu takut gayamu jadi boring karena Matahari Mall menyediakan model kemeja wanita masa kini yang bisa digunakan sehari-hari. Selain banyak pilihan, toko online ini akan membuat kantongmu hemat karena MatahariMall.com selalu memberikan penawaran terbaik. Jangan lupa untuk memakai sepatu high heels agar kamu terlihat semakin dewasa.

Gaya Casual punya Daya Tarik
Alternatif lain selain office look, kamu bisa berbusana casual dengan menggunakan kaos dan celana jeans. Gaya casual ini bisa menarik perhatian doi yang suka dengan wanita yang terlihat casual, sedeharna, simple dan santai. Agar semakin casual, padukan dengan sneakers yang senada dengan warna kaos yang kamu kenakan.

Gaya Feminim Dengan Dress
Siapa sih pria yang tidak suka melihat wanita tampil beda dan terlihat fenimin dengan menggunakan dress. Pakaian ini memang menjadi andalan banyak wanita agar terlihat lebih manis dan feminim. Pilihlah dress dengan satu warna atau dress yang bermotif simpel. Kamu juga bisa mengenakan swing dress sebagai pilihan agar kamu tampil cantik di hadapannya.

Gaya Atlet Olahraga
Selain nyaman digunakan, ternyata pakaian olahraga mampu menarik perhatian para pria. Kalau kamu tips wanita sporty dan suka tampil apa adanya, kamu bisa mengenakan kaos polos, jaket, dan celana jeans. Jangan lupa memakai sepatu running agar kamu tampil lebih sporty.

Gaya Tomboy
Kalau kamu menganggap pria yang kamu incar suka wanita tomboy kamu bisa coba gaya busana wanita tomboy ini. Hanya dengan mengenakan kaos polos dengan balutan kemeja jeans atau kemeja kulit. Untuk bawahan, kamu bisa mengenakan jeans warna gelap plus sepatu boots kulit khusus wanita.
Read More ...

0 comments

Semarak pesta ulang tahun foody.id yang pertama digelar sangat meriah pada Jum’at, 12 Agustus 2016 lalu. Sebagai intro, foody.id merupakan sebuah website yang berbasis kuliner, dimana memuat mengenai alamat, review, menu, dan elemen lainnya yang berhubungan dengan dunia kuliner. Besar di Vietnam, foody.id mulai merambah pasar Indonesia yang memang berkembang bisnis kulinernya.


Bertempat di Decanter Wine House, iringan musik yang apik dari seorang DJ seolah menyambut para undangan yang tampak memadati venue. Malam itu saya dan para undangan dihadapkan pada sajian makan malam, seperti pasta, beragam canapé, dessert. Tak lupa bir Prost dan Smirnoff yang diincar oleh para undangan di sana.



Terilhami dari perayaan ulang tahun biasanya, foody.id juga mempersembahkan beberapa permainan menarik yang dibawakan oleh para host dengan sangat atraktif. Kemudian tak terelakan pun senda gurau dan tawa berhasil memecah suasana. Rangkaian acara pun kemudian ditutup dengan pembagian door prize dan kemeriahan di dance floor. Last but not least, HAPPY ANNIVERSARY FOODY.ID. 


Read More ...

0 comments

Berlabuh ke kawasan Mega Kuningan, membawa perjalanan saya ke sebuah restoran yang baru saja meresmikan cabang keduanya di gedung BTPN. Ialah Sulawesi yang outlet sebelumnya happening di kawasan Kemang. Dilihat dari segi interior, tak ada perbedaan yang mencolok dari keduanya, yakni sama-sama menggunakan furniture kayu sebagai dasar elemen. Bagi Anda yang menginginkan suasana private, Sulawesi juga menyediakan ruangan VIP yang mumpuni.


Mengukuhkan diri dalam olahan seafood khas Makassar, Sulawesi mengakomodasi beragam jenis makanan laut, mulai dari ikan, kepiting, lobster, cumi, udang, kerang, dan beberapa kudapan tradisional lain khas Makassar tentunya. Untuk itu, saya ingin berbagi pengalaman santap siang saya di Sulawesi kepada Anda.

Sukang Rica Parape Mix
Sukang merupakan rekomendasi sang waiter di awal perjumpaan. Pria ramah tersebut menjelaskan bahwa sukang termasuk jenis ikan yang paling sering dipesan di Sulawesi. Saya pun tergugah untuk mencicipi ikan yang tersaji dalam porsi besar terseebut. 

Tekstur ikan lembut diselimuti kombinasi bumbu rica-rica dan parape benar-benar melekat diingatan. Menurut saya, bumbu rica-rica punya karakter yang super pedas. Saya pun membutuhkan beberapa tegukan air untuk menetralisirnya. Kontras dengan rica-rica, bumbu parape justru mengeluarkan rasa manis dan aromanya sedap. Alhasil persilangan dua bumbu ini pun menciptakan cita rasa yang menggoda.


Udang Sitto Telor Asin Sulawesi
Penikmat makanan laut semakin dimanjakan dengan kehadiran Udang Sitto Telor Asin Sulawesi. Daging udang terbilang empuk dengan balutan bumbu telur asin yang memikat. Menu ini terdiri dari dua porsi, half dan reguler. Jika berniat untuk menjadikannya menu sharing ada baiknya Anda memesan porsi reguler yang terdiri dari ± 10 udang.



Kangkung Bawang Putih
Mengimbangi menu-menu sebelumnya, Kangkung Bawang Putih pun masuk daftar pesanan. Aromanya wangi dengan serapan bumbu yang kompleks. Another not to be missed! Mungkin perumpaan inilah yang paling tepat untuk mendeskripsikan Kangkung Bawang Putih khas resto Sulawesi ini.  


Nasi Goreng Ikan Asin
Menu lain yang tak lepas dari buruan pelanggan adalah Nasi Goreng Ikan Asin. Seorang teman ada yang bilang bahwa jika sebuah restoran punya sajian nasi goreng yang nikmat, maka keseluruhan menunya tentu akan mengikuti. Rasa-rasanya kicauan ini cukup masuk akal. Nasinya pulen dengan bubuhan ikan asin yang membuat karakternya semakin menyenangkan.


Es Pisang Ijo
Setelah puas menyantap hidangan utama, tak lengkap rasanya jika tidak menyertakan menu penutup dalam daftar pesanan. Es Pisang Ijo jadi pilihan yang tepat. Adonan pisang yang dibalut tepung berwarna hijau ini diproses dengan cara dikukus kemudian ditambah parutan es, bubur sumsum, dan sirup. Keberadaannya mampu menyulutkan kesegaran di lidah.


Pengalaman bersantap yang menyenangkan pun saya dapatkan di Sulawesi. Ketika semua komponen yang terangkum dengan baik, tentulah hasilnya menjadi suatu yang memanjakan konsumen. Sulawesi buka dari jam 11 siang hingga jam 11 malam. Jangan lupa untuk lakukan reservasi terlebih dahulu ya terutama di jam makan siang.

Menara BTPN
Podium 2 Zona B
Jakarta Selatan
021 5695 0327
Read More ...

0 comments

Begitu menjamurnya dessert shop di ibukota tak menggerus ketenaran Nanny’s Pavillon yang gerainya tak pernah sepi dengan antrian pengunjung. Diadaptasi dari kebiasaan dari keluarga sang pemilik, kemudian berkembang menjadi konsep cikal bakal terbentuknya Nanny’s Pavillon.

Restoran bergaya feminin ini mempresentasikan sebuah restoran berkarakter yang mampu membentuk kesan homey dengan tema yang berbeda di setiap cabangnya. Bahkan Nanny’s sangat jeli memperlihatkan detail demi detail di setiap elemennya. Menyambangi cabang Nanny’s yang berlokasi di Central Park, pengunjung disuguhkan dengan tema terrace yang mampu membuat siapa saja betah berlama-lama di sini.

Puas membahas interior, saya pun mulai menelisik menu yang menjadi highlight. Berikut ulasannya :

Carbonara Fettuccine (59 K)
Sentuhan rasa cream berkontribusi baik terhadap rasa gurih yang langsung menyeruak mana kala hidangan ini mendarat di lidah. Tidak hanya itu, paduannya semakin solid dengan tekstur fettuccine yang bisa dikatagorikan al dente. Jadi sah-sah saja jika menobatkan menu ini menjadi salah satu menu recommended di Nanny's.


Jack’s Spanish Paella (75 K )
Dari bagian main course, pastikan Anda memesan Jack’s Spanish Paella. Dari segi penampilan, warna nasi ini cenderung berwarna kuning mirip dengan makanan tradisional Indonesias. Sekedar informasi, Paella merupakan makanan asal Spanyol yang biasa disajikan langsung dengan wajan datar. Oleh karena itu, Nanny's menyajikan menu ini di atas hot plate agar panasnya tetap terjaga dan menambah kesan otentik. Tak kalah menarik, udang utuh porsi besar serta bumbu yang ditampilkan sangat memanjakan indera pengecap. 



Alvin’s Black Crunchy Caramel Waffle (45 K)
Memilih waffle / pancake sudah jadi suatu keharusan mengingat menu tersebut adalah signature di Nanny’s. Pesanan dessert dimulai dengan Alvin’s Black Crunchy Caramel Waffle. Terlihat dari namanya, menu ini menggunakan taburan oreo dengan siraman saus caramel. Tekstur waffle yang crispy seolah rentan membuat kecanduan.


Banana Waffle (49 K)
Agar ritual makan semakin menarik, Banana Waffle siap jadi perburuan selanjutnya. Bagi saya, menu ini punya rasanya yang cukup impresif, terutama terletak pada potongan pisang pilihan yang tersusun rapi di atas waffle. Sementara es krim yang bersemayam di bagian atas, melumatkan kesan ‘kontras’ dengan waffle yang hangat. Sebagai informasi, es krim yang disajikan tak cepat meleleh walaupun sudah ditinggal bersenda gurau dalam waktu yang cukup lama.


Abelle’s Nachos (65 K)
Beralih ke menu sharing, saya dan teman-teman pun memutuskan untuk memesan Nachos. Porsinya cukup untuk 4 hingga 5 orang. Dilengkapi dengan daging cincang, jelas saja menu ini langsung diserbu sejak awal kehadirannya. Dengan potongan tomat dan lelehan keju mozzarella, gurih, renyah, umami merupakan penggambaran yang tepat untuk menu asal Meksiko ini. Jangan lupa mencocolnya dengan tangy salsa dan sour cream yang sudah disediakan ya!


Paul’s Hot Coffee Latte ( 35 K ) & Lemon Tea (25 K )
Udara malam hari yang cukup dingin menjadi alasan yang tepat untuk menikmati secangkir lemon tea hangat. Ingin yang lebih tinggi kafeinnya? Bagaimana dengan kopi? Untuk ini saya memesan Paul’s Hot Coffee Latte yang rasanya cukup nyaman singgah di indera pengecap. Light dengan kadar manis yang tak mendominasi. 



Tiada tempat yang paling mengasyikan untuk hang out selain ditunjang dengan tempat yang nyaman dan makanan yang mumpuni. Nanny’s Pavillon sukses menjadi destinasi kebanyakan kaum hawa yang memang mencari tempat nyaman untuk terlibat dalam percakapan. 

Nanny’s Pavillon
Central Park, Lantai Ground
Jakarta
021 5698 5750
Read More ...

0 comments

Jika target utama sebuah restoran adalah anak muda, sudah pasti mereka cenderung mengutamakan konsep interior yang catchy. Tanpa bermaksud menyingkirkan menu sebagai prioritas utama, tapi itulah yang banyak terjadi. Tujuannya apalagi kalau bukan mengejar ‘lifestyle’. Saya rasa ini sah-sah saja. Beberapa orang bahkan menganggapnya sebagai aliran terbaru dalam berbisnis restoran. Tak pelak, segmen pasar yang dinamis ini memang menuntut para pemainnya untuk lebih kreatif lagi dalam mengolah konsep restoran yang diusungnya.
Paham serupa juga dianalisa baik oleh Luciole, Bistro yang berlokasi di Central Park Mall. Memposisikan diri di tengah taman Tribeca, Luciole diuntungkan dengan pemandangan eksterior yang indah. Melirik dari pemberian nama, dalam bahasa Perancis, luciole berarti kunang-kunang. Garis besarnya terlihat pada setiap sudut interior Luciole Bistro yang banyak ‘dihinggapi’ oleh gambar kunang-kunang. Bahkan jika diperhatikan secara cermat, lentera yang bergantung di sepanjang dinding pun bisa diibaratkan dengan gerombolan kunang-kunang yang hadir di dalam resto.



Berangkat dari ide perkawinan konsep industrial dan minimalis, maka terciptalah suasana yang klasik yang moderen. Secara keseluruhan suasana interior yang minimalis tercipta dari komposisi warna hitam dan putih. Diikuti dengan pemilihan material batu bata berwarna senada sebagai dasar dinding dan lukisan mural yang atraktif. Keselarasan unsur pun terlihat dari penataan furniture berwarna gelap yang tertata rapi. Sungguh sebuah tempat yang merepresentasikan jiwa muda.



Roasted Prawn Angel Hair Aglio Olio
Aglio Olio merujuk pada penggunaan bawang putih dan minyak zaitun sebagai bahan dasarnya.  Menu minimalis ini menyeruakkan wangi harum saat tiba di atas meja. Dilihat dari sisi presentasi, sang juru masak cukup jeli dalam menata menu pasta ini hingga terlihat ekpresif dipandang mata. Saya pun mulai mengatur angle agar Aglio Olio ini “mampu bergaya” dalam jepretan kamera. 


Mie Tek Tek
Makanan bergaya Asian tak lepas dari daftar menu di Luciole Bistro. Mie Tek Tek yang disajikan dengan kuah ini mengundang nafsu makan yang berlebih. Saya suka dengan tekstur mie yang jadi tokoh utama kemudian diikuti dengan kuah yang kaya akan rasa. Belum lagi potongan bakso, tomat, daging, dan sayuran yang melimpah ruah di atasnya,


Vanilla Ice Cream
Dilanjutkan dengan dessert manis dari kategori kue dadar, yaitu pancake with Vanilla Ice Cream. Diselingi dengan siraman saus blueberry, rasa manis dan asam melekat sempurna menghasilkan satu cita rasa yang harmonis. Sementara pancake yang menjadi tokoh utama, sukses menggelontorkan rasa kagum lewat teksturnya yang lembut.


Hot Lemon Tea
Kemudian santap sore saya pun ditutup dengan lemon tea hangat yang disajikan di dalam wadah tea pot. Sensasinya mampu melengkapi kunjungan saya yang memang berniat untuk mengusir penat rutinitas sehari-hari.


Bisnis yang terkait dengan urusan perut memang tak pernah surut. Siapa lagi yang paling dimanjakan, pastinya anak muda yang haus akan inspirasi. Dari banyaknya restoran pendatang baru di Jakarta, nama Luciole bisa jadi masuk daftar restoran yang wajib dikunjungi saat weekend. Selain karena dekorasinya yang eye catching, Luciole juga kental dengan sajian yang menggoda.

Luciole Bistro
Central Park, Tribeca Park Pav 01,
 JL. Letjen. S. Parman, Kavling 28
Jakarta Barat
021 2920 0333
Read More ...

0 comments