Porto De Cruz tasting event was held at Bacco Jakarta, September 9. I enjoyed a casual stand-up wine tasting from 7 PM - 9 PM. The crowd in this event mostly upper class, with many expats and executives. This event offered a special canapés and free flow of cocktail like Porto Contento. It was Cruz Port wine combined with blackberry, caramel syrup, orange juice, and cashew nuts for garnish. The taste of Porto Contento Cocktail was sweet, suitable for women.



One of my favourite was Port Ruby, that contained of Cruz Port wine with peach fruit and soda. Balance of sweetness, fresh, with a very pleasant finish. The last one, I had Porto Colada in my hand. Cruz Port wine with Saint James Rum, orchid syrup, and coconut cream. The taste was mind blowing. And of course, me and all guests can felt a majestic party on that night.




Read More ...

Dilihat dari segi potensialnya, cake shop tak pernah ditinggal penggemar. Apalagi jika ditunjang dengan hal-hal yang unik dan menggemaskan, sesuai dengan jati diri dari cake shop itu sendiri. Hal tersebutlah yang kemudian diakomodasi oleh Cake A Boo yang berlokasi di Mall Gandaria City. Siapa saja pasti akan menoleh melihat desain interior Cake A Boo yang dipenuhi warna-warna cerah. Pink, biru, dan putih, itulah yang kiranya paling mendominasi. Seolah terintegrasi, furniture Cake A Boo juga menggunakan motif senada. 


Bukan hanya ruangannya yang ditata apik, koleksi cake di sini pun tak lepas dari kata ‘menggemaskan’. Beberapa cake yang saya pesan, antara lain:

Mini Wonderland
Asumsi bahwa cake bisa memberikan efek bahagia benar adanya. Mini Wonderland membuktikan hal tersebut. Lihat saja detailnya, mengumpamakan sebuah es krim terbalik yang jatuh di atas cake. Ketika dipotong, terlihat lapisan Blackforest yang dilengkapi dengan chocolate crunch dan chocolate macaron sebagai garnish. Untuk rasa? So pleased with the taste. Sweet, but tolerable.



Mini Bomb
Omgoodness, Mini Bomb ini menggoda sejak awal perjumpaan. Isinya adalah praline mousse dan chocolate sponge. Ah saya suka dengan menu ini. Rasa manisnya keluar sangat halus dikombinasikan dengan sedikit rasa gurih yang muncul malu-malu. Jika Anda penyuka cokelat, cake ini wajib kamu perhitungkan. Mini Bomb ludes seketika.


Mini Choco Mojo
Cake berikutnya yang menarik perhatian saya adalah Mini Choco Mojo. Karena tidak sempat untuk menikmatinya di tempat, alhasil saya pun membawanya pulang. Menggunakan cokelat Valrhona sebagai bahan utama, sudah memperlihatkan mutu dari cake yang satu ini. Sementara itu dark chocolate mousse membuat rasanya kian kombinasi. Manisnya pas dengan karakter chocolaty yang membuat saya tak bisa berpaling dari menu ini.


Strawberry Julep
Kontradiktif memang, Strawberry Julep cukup mewakili keinginan saya hari itu. Setelah puas mencicipi cake yang sebagian besar bercita rasa manis, minuman yang terdiri dari strawberry, jeruk, dan daun mint menu ini langsung menimbulkan sensasi segar di seruputan pertama. Menyempurnakan pengalaman saya di Cake A Boo.


Tak ubahnya perkembangan fashion, desain sebuah cake shop dan presentasi menu menjadi parameter yang patut diperhitungkan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa cake yang berwarna-warni bisa menambah nafsu makan seseorang. Itulah yang menjadi daya pikat Cake A Boo. So, if you've got a sweet tooth, this is right place to come.


Cake A Boo
Gandaria City, Lantai Upper Ground
Jakarta Selatan
021 2923 6367
Read More ...

Teknik mengolah kopi dengan cold brew ramai belakangan ini. Salah satu brand kopi yang mengusung teknik tersebut ialah Yojo Coffee. Memesan melalui website resminya, Yojo Coffee, saya mendapati Mocha Choco di daftar belanjaan. Varian ini meliputi kopi berjenis arabika, bubuk kakao, susu almond, dan gula kelapa di bagian komposisi.

Tidak terlalu manis dan sangat berasa cokelatnya. Saya suka dengan sajian kopi yang satu ini. Nah, jika Anda menginginkan kopi yang ‘serius’, varian ini nampaknya cocok untuk dipesan. Ialah The Original yang diolah tanpa gula. Walaupun tanpa tambahan pemanis, kopi hitam ini bisa dinikmati dengan baik ditambah tingkat keasamaan yang toleran.


Mengusung dari konsep sehat yang diemban, Yojo Coffee terbuat dari bahan-bahan organik dan diproses tanpa tambahan bahan pengawet. Selain itu, tentunya Yojo tidak mengandung gluten sama sekali. Untuk harga sendiri, Yojo Coffee mematok harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp. 28.000 untuk The Original dan Rp. 30.000 untuk varian rasa lainnya.


Notes :
Sebagai informasi, proses pendinginan kopi dengan teknik cold brew ini membutuhkan waktu 24 jam lamanya untuk mendapatkan rasa yang optimal. Maksudnya optimal di sini adalah aroma dan rasa yang lebih bersahabat ketimbang menyeduh dengan air panas. Maka hasilnya, rasa manis akan lebih menguat. Cold brew sendiri disebut-sebut lebih menyehatkan mengingat kadar acid yang terkandung di dalam kopi berkurang seiring dengan proses pendinginan. Dapat disebutkan, kopi yang melewati proses cold brew aman bagi lambung.
Read More ...

Bertempat di lokasi yang tenang, Kitiran merupakan tempat persembunyian bagi mereka yang mendambakan beberapa waktu istirahat dalam suasana yang nyaman. Saya pernah melewati tempat ini berkali -kali dan memang berniat untuk mengunjunginya. Interior kekinian pasalnya menjadi daya tarik utama yang membuat saya penasaran.



Didominasi dengan tanaman hijau dan warna hitam di sekujur interiornya, Kitiran menyuguhkan pengalaman menyantap yang menyenangkan. Detailnya dibuat kontras, dengan bagian sofa dan tempat duduk berwarna cerah. Masih belum puas mengeksplorasi ke sekeliling, pemandangan saya terhenti pada sebuah ruang yang menyerupai sarang burung di lantai 2. Ah tapi sayang, tempat itu sudah lebih dulu diisi oleh tamu lain.




Datang untuk camilan di sore hari, resto yang berlokasi di kompleks Sentra Kota ini mengakomodasi comfort food dengan harga yang relatif murah dan memuaskan. Beberapa di antaranya :

Siomay
Saya memulainya dengan Siomay Dimsum yang diberi cocolan saus kacang. Kondimen ini seolah ingin menggabungkan esensi akan Siomay Bandung dan Siomay Dimsum. Di samping itu, makanan sejenis dumpling ini cukup lembut dan kenyal bersentuhan dengan indera pengecap. Gurih dan kaya akan isian. Melambungkan imajinasi saya pada sebuah gerai dimsum favorit di kawasan Kuningan. So freakin’ legit.



Spaghetti Bolognese
Sebagai penggiat pasta, Spaghetti Bolognese tak luput dari daftar pesanan. Ada banyak daging cincang di dalam saus Bolognese, membuat saya bersemangat untuk mencicipinya. Spaghetti pun dihidangkan dengan tekstur yang al dente. Saya bahkan tidak tertarik mencoba makanan orang lain sebelum menu ini habis.


Ayam Geprek
Cobalah tanya kepada pramusaji tentang menu andalannya untuk memudahkan Anda memilih menu. Begitu saya melakukan hal serupa, tibalah seporsi Ayam Geprek di atas meja. Saya suka, melalui kekayaan rasa asin dan pedas dari Ayam Geprek membuat keseluruhan rasanya memuaskan. Jangan lupa untuk menyiapkan tisu sebelum menikmatinya ya.


Crispy Chicken
Dan terakhir, saya punya Crispy Chicken untuk camilan dengan adonan yang renyah. Potongan ayam yang digoreng tepung ini sederhana, tapi memikat. Ketika bertemu dengan saus sambal, tangan pun tak berhenti untuk terus menjamah makanan ringan yang satu ini. Anda juga bisa menjadikannya menu sharing bersama teman.


Lemon Tea
Dan terakhir, saya mendapati Ice Lemon Tea di bagian menu penghujung. Sensasi segarnya mampu menenangkan di kala udara sedang panas-panasnya. Uraian rasa manis cukup nyaman singgah di indera pengecap, dengan kadar yang tak terlalu mendominasi. Seruputannya mampu menyempurnakan kunjungan saya di Kitiran Resto.


Begitu antusiasnya saya merekomendasikan sebuah tempat makan yang harganya relatif terjangkau tapi punya kualitas yang cukup baik. Apalagi letaknya tak jauh dari tempat tinggal saya. Ditunjang dengan dekorasi industrial yang memberi kesan moderen tentu akan meninggalkan kesan tersendiri bagi pengunjung.

Kitiran Resto
Kompleks Sentra Kota. Jl. Raya Jatibening, Pondok Gede
Bekasi
0812 9076 7314
Read More ...

Sesungguhnya saya cukup skeptikal dengan gerai resto yang outletnya tersebar di pusat perbelanjaan. Terlalu mainstream, itu yang ada di benak saya. Tapi tidak dengan Tamani Café setelah saya ‘menggerayangi’ karakteristiknya. Menawarkan comfort food dengan suasana yang ramah, Tamani Cafe memberikan alasan yang tepat mengapa Anda harus menghampirinya untuk sekedar mencicipi hidangannya.

Berlabuh ke Tamani Café, saya memesan beberapa menu, dimulai dari appetizer dan berlanjut ke ranah main course. Ini dua ulasannya :

Onion Rings
Dalam kunjungan saya ke Tamani Café, mula-mula diawali dengan Onion Rings di bagian menu pembuka. Olahan menu bawang ini yang digoreng tepung ini hadir dengan tekstur yang renyah. Agar olahannya semakin menyenangkan, Anda bisa mencocolnya dengan saus sambal. Tapi disayangkan, porsinya sangat sedikit.


Crispy Calamari
Senada dengan Onion Rings, rasa - rasanya menu Calamari ini juga disajikan dalam porsi yang cukup minim. Terlepas dari itu, Crispy Calamary ini punya kadar renyah yang cukup baik. Tak ketinggalan mayonnaise yang bertindak sebagai kondimen mengimbangi kelezatan olahan cumi yang satu ini. Selanjutnya biarkan indera pengecap Anda yang merasakan geliatnya.


Crispy Tahu Telur Asin
Dari sekian banyak pilihan appetizer di Tamani, Crispy Tahu Telur asin yang jadi favorit di pesanan saya. Tahu yang dibumbui dengan salted egg ini cukup menarik. Pasalnya olahan tahu ini tidak terlalu menyengat, pas di lidah. Ia punya tingkat kekenyalan yang pas dan porsinya juga sesuai untuk ukuran menu pembuka.


Mac & Cheese
Surprise me! Sungguh menyenangkan bisa menikmati Mac & Cheese sebagai menu makan siang di Tamani. Tampil cukup baik dengan saus creamy yang gurih, tingkat kematangan makaroni pun terbilang pas. Menurut saya, Laksa ini memiliki satu rasa dominan yang akan memiliki kenangan tersendiri pada penikmatnya. Tipikal menu yang wajib dimasukkan ke dalam daftar pesanan.


Sausage Fried Rice
Nasi Goreng still at the top of my list. Performa menu yang satu ini sangat menguggah selera. Secara gamblang, nasi Goreng ini mempunyai kekayaan rasa yang melimpah, dimulai dari icipan pertama. Gurih dan manisnya sangat terasa dan tambahan tomato cherry jadi ‘pemanis’ yang pas. Manis menggoda dan sungguh beraroma. Yay to the all-time favorite.


Nasi Goreng Special
Mendengar kata spesial, apa yang ada di pikiran Anda? Entah kenapa, saya terbayang pada tambahan kondimen yang menjadikannya istimewa. Eksotisme kian terpancar dari empuknya daging domba dengan bumbu yang terserap sempurna. Disajikan di dalam wadah besar berbahan dasar batu, menjadikan Nasi Goreng ini tetap hangat hingga suapan terakhir.


Tenderloin Steak
Pengalaman bersantap yang memanjakan berlanjut ke menu Tenderloin Steak. Siap-siap saja untuk menahan nafsu ketika seporsi daging has dalam sampai di hadapan Anda. Menu pesanan saya ini ditata apik di atas piring panjang dengan tambahan kentang goreng dan dibubuhi garnish cantik. Sementara itu, kelembutan daging medium rare ini bertoleransi baik dengan indera pengecap.


Norwegian Grilled Fresh Salmon
Hendak menyemarakkan sesi berikutnya, ada Norwegian Grilled Fresh Salmon. Aroma khas tercium saat makanan ini tersaji di meja, dengan tambahan kentang goreng sebagai asupan karbohidrat. Di samping itu, lembutnya daging salmon menjadi kompensasi yang mumpuni bagi para pecinta steak juicy, menambah semangat bersantap kala itu.


Saya yakin Anda pasti sering melihat gerai Tamani Café di pusat perbelanjaan di ibukota. Ya begitu pula dengan saya. Memilih lokasi-lokasi yang representatif, Tamani menjadi brand resto yang pastinya sudah dikenal luas oleh masyarakat. Mengeksplorasi citarasanya, rekomendasi saya adalah Nasi Goreng dan olahan steak yang hadir dengan cita rasa khasnya.

Tamani Café
Kota Kasablanka, Lantai Upper Ground, Food Society
Jakarta
021 2946 4997
Read More ...

Fajar, Ronald, dan Raka buat saya bukan sekedar teman diskusi soal pekerjaan, tetapi juga partner dalam berkuliner. Kami sangat bernafsu dalam berburu makanan. Maklum, latar belakang kami adalah seorang jurnalis kuliner. Kali ini tempat yang kami tuju adalah Zenbu yang berlokasi di Plaza Indonesia.

Zenbu mengidentikkan dirinya sebagai “House of Mozaru”, yakni nasi panggang dengan pilihan daging dan lumuran keju di atasnya. Sajiannya tak hanya itu, Zenbu juga mengakomodasi menu asal Negeri Sakura lainnya seperti Ramen, Udon, Sushi, Okonomiyaki, dan lain sebagainya. Kalau mau tahu pengalaman kami menikmati makan malam di Zenbu, simak uraian menu berikut ya.

Salmon Mozaru
Ketika sebuah restoran sudah menyebutkan sajian andalannya, maka suatu keharusan menu tersebut masuk dalam daftar pesanan. Salmon Mozaru adalah pesanan saya malam itu. Tapi bukan nasi yang saya pilih, melainkan fusili. Sementara keju mozzarella yang mendampingi Salmon Mozaru ini bertindak sebagaimana mestinya. Satu hal yang pasti, Zenbu tidak salah menjunjung menu Mozaru sebagai andalan.


Hokubee Beef Ramen
Saya mengingat betapa bersemangatnya Fajar menyeruput Ramen hangat yang berisikan daging sapi ini. Sempat mencicipinya, di seruputan pertama terasa kuah kaldu yang kental dengan uraian bumbu yang kuat dan melimpah. Tak ayal menjadikan hidangan ini terasa semakin sedap. Tingkat kepedasan juga bisa diatur sesuai preferensi. Kali ini Fajar memilih tingkat medium.


Salmon Ramen
Mayoritas Ramen menyertakan potongan daging sapi dan ayam sebagai topping. Maka bisa saya sebutkan bahwa menu ini begitu spesial. Ialah Salmon Ramen yang mengikutsertakan daging salmon yang juicy. Selain karena kehadiran salmon dan tingkat kekenyalan mie yang pas, senada dengan menu sebelumnya, kuah Ramen ini mempresentasikan cita rasa kaldu yang kental. I just love this Ramen and so will you.


Zenbu Mix
Mungkin Raka adalah orang yang memiliki perut buncit di grup ini tetapi cukup pasif dalam melahap makanan. Dia punya kriteria sendiri dalam memilih menu, maka Zenbu Mix adalah pilhan yang tepat. Menu ini terdiri dari 12 buah Sushi. Dikemas dengan bentuk yang out of the box, Sushi ini didesain menyerupai bola dengan beragam topping di bagian atas. Ada salmon, snapper, tuna, alpukat, unagi, dan ebi. Saya pun tak ketinggalan untuk ‘mencomot’ menu ini selagi Raka lengah.


Salmon Modanyaki
Karena cacing di perut merasa kurang puas, kami kembali melirik buku menu dan memesan Salmon Modanyaki. Menyaksikan kelahapan Ronald, saya pun tak kuasa menolak kelezatan Modanyaki ini. Menu yang merujuk pada kata “modern-yaki” ini adalah sejenis okonomiyaki yang melibatkan mie sebagai bahan utamanya. Dibalut dengan telur yang fluffy, Modanyaki ludes seketika.


Secuplik momen keceriaan ini sedikit banyak dipengaruhi karena kami puas dengan makanan yang ditawarkan oleh Zenbu. Favorit saya pribadi adalah salmon Mozaru yang mana merupakan pesanan saya kala itu. Menempat di peringkat kedua ada Ramen, disusul kemudian oleh Zenbu Mix atau Sushi Ball, dan di posisi terakhir adalah Salmon Modanyaki. Selain itu, foto yang digunakan adalah hasil jepretan saya bukan dari kamera DSLR yang berkualitas bagus, melainkan handphone canggih Ronald, yakni note 8.


Zenbu “House of Mozaru”
Plaza Indonesia, Lantai 5
Jakarta Pusat
021 2992 3648
Read More ...