Saya tidak bisa membayangkan tempat yang lebih baik untuk bersantap siang kala itu selain di Enmaru. Dari ketinggian lantai 46, saya pun bisa melihat jelas lalu lalang kendaraan di sekitar Bundaran HI. Ya, berlokasi di jantung ibukota, Enmaru merangkul aspek-aspek yang kental dengan budaya Jepang beserta ornamen-ornamen pendukungnya.


Seorang waitress berseragam hitam menyambut dengan ramah dan mengantarkan saya ke meja yang sudah disiapkan. Sembari menanyakan hidangan yang akan dipesan, ia juga menempatkan handuk hangat di atas meja. Menu yang saya nikmati adalah all you can eat sushi. Nampak menggoda dan saya pun bersemangat untuk mencobanya.

Foie Gras Chawanmushi
Saya pun memulai 'pesta' dengan Foie Gras Chawanmushi. Ketika dihidangkan di atas meja, terlihat sangat menggiurkan seakan mampu membangkitkan selera makan. Olahan steamed egg custard ini begitu lembut, sensasinya seperti lumer di mulut. Belum lagi dimandikan dengan soy sauce khas Chawanmushi yang kaya rasa.


Kelezatan Menu Kushiyaki
Pesta kian berlanjut dengan pilihan menu Kushiyaki. Di Jepang sendiri, Kushiyaki sangatlah populer. Sementara di Enmaru persembahan seperti Wagyu Tounge Kushiyaki, Tori Tsukune Kushiyaki, dan Tori Momo Kushiyaki tentu jadi hidangan yang tak akan terlupakan. Sate yang biasanya terdiri dari daging-dagingan ini tidak banyak bermain bumbu, sehingga kelezatan asli dari daging mendominasi keseluruhan rasa.




Salmon Teriyaki
Sebagai mana makanan di Jepang yang sarat akan menu Salmon, di Enmaru saya pun menyertakan Salmon Teriyaki di dalam daftar pesanan. Menu ini hadir dengan daging salmon yang empuk dan cukup juicy. Dipadankan dengan saus teriyaki yang manis seolah berharmonisasi baik dengan daging salmon. Yap, menu ini adalah favorit saya.


Aburi Salmon Spicy Roll
Dari deretan olahan sushi di daftar menu, jangan lewatkan untuk mencoba Aburi Salmon Spicy Roll. Yakni daging salmon yang fresh diselimuti nori. Ah, salmon memang selalu jadi menu favorit saya. Secara implisit, Aburi Salmon ini tersaji menggairahkan di atas meja. Saya pun seakan melebur dengan kenikmatan Aburi Salmon Spicy Roll ini.


California Roll

Wagyu Risotto
Memasukkan menu Risotto di dalam daftar pesanan pun tak ada salahnya. Sebut saja seperti Wagyu Risotto. Makanan berbasis nasi campur yang khas di Italia ini diolah dengan kuah kaldu sehingga bertekstur sedikit creamy. Dipadankan dengan daging wagyu yang lembut, membuat cita rasanya semakin kaya.


Ebi Mayo
Bila udang adalah pilihan Anda, saya sarankan untuk memesan Ebi Mayo. Beberapa orang memesan menu ini sebagai menu pembuka, namun saya justru mencicipinya menjelang akhir perburuan kuliner. Ebi Mayo merupakan makanan yang terbilang sederhana tetapi punya kelezatan yang mumpuni. Daging udang yang lembut nampak begitu menyatu dengan lumuran mayonnaise yang menggugah selera.


Unagi
Alih-alih kekenyangan, saya kembali memesan Unagi yang dimasak sempurna. Kenapa saya sebut demikian? Karena olahan belut ini sangat lembut membelai lidah. Apalagi disajikan dengan saus manis yang rasanya pas. Saya pun tak cukup sekali memesan menu ini. Jika dirasa tidak mengenyangkan, Anda juga bisa memesan menu unagi dengan nasi di Enmaru.



Edamame
Sedikit demi sedikit makanan mulai terkikis habis. Kemudian saya pun mengakhiri momen makan siang kala itu dengan semangkuk edamame sebagai camilan. Rasa Edamame sendiri cenderung manis sementara tambahan garam membuatnya terasa lebih gurih. Semangkuk edamame membuat saya tidak bisa berhenti mengunyah.


Menu all you can eat sushi di Enmaru dibandrol dengan harga Rp. 400.000 ++ yang mana sudah termasuk dessert, ocha, dan soft drink. Tapi Anda juga harus catat waktunya, yakni setiap hari Sabtu dan Minggu (weekend) serta di hari libur nasional, mulai dari jam 11.00 hingga 14.30. Oiya, pengalaman bersantap saya di Enmaru merupakan undangan dari Pergikuliner, sebuah situs penyedia direktori dan review makanan di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. So, thank you Pergikuliner for having me : )



Enmaru
The Plaza Office Tower, Lantai 46, Altitude, Jl. MH Thamrin Kav. 28 - 30
Jakarta Pusat
021 2992 2448
Read More ...

Kehidupan modern dan tradisional di kota Bangkok terlihat harmonis, tidak ada kesenjangan di dalamnya. Itulah yang menjadikan kota ini nampak damai dan tenang, suasana yang paling diinginkan oleh wisatawan saat berlibur. Bangkok terkenal akan surganya belanja. Barangnya berkualitas baik dengan model yang tidak pasaran, terlebih harga pun sangat terjangkau. Tak pelak membuat saya pun tak bisa menahan hasrat untuk berbelanja di sini.

Weekend Market di Chak Tu Chak
Sampai di kota Bangkok, tujuan utama saya tentu menuju Chak Tu Chak. Pasar ini cukup terkenal hingga ke penjuru dunia. Cha Tu Chak hanya ada di akhir pekan, maka tak heran pasar ini sangat ditunggu-tunggu tak hanya oleh wisatawan tetapi juga warga lokal. Di sana, Anda akan menemukan beragam barang kebutuhan fashion, souvenir, aksesoris, sampai makanan khas Thailand dengan harga murah. Ada beberapa toko yang bisa ditawar dan ada pula gerai yang sudah fix harganya.


Selain terkenal akan surganya berbelanja, Bangkok juga memanjakan turis dengan segudang makanan yang tak perlu diragukan lagi cita rasanya. Beberapa makanan khas Bangkok pun sudah mendunia, sebut saja seperti Tom Yam, Pad Thai, Mango Smoothies, sampai Thai Tea. Berikut beberapa makanan yang sempat saya cicipi di kota Bangkok.

Thai Tea
Sekilas, Thai Tea punya preferensi warna yang berbeda dibanding teh pada umumnya, yakni lebih mengarah ke warna orange. Thai Tea merupakan minuman khas Thailand yang menggunakan teh Ceylon, susu, dan gula sebagai bahan utamanya. Kenapa rasanya berbeda dengan teh lain? Karena Thai Tea menambahkan rempah-rempah sehingga rasanya lebih kompleks.


Mango Sticky Rice
Kali ini perburuan saya pun sampai ke China Town. Salah satu menu yang saya pesan adalah Mango Sticky Rice. Menu ini hadir dengan potongan buah mangga dengan warna kuning yang memikat. Sangat pas dipadukan dengan nasi ketan yang dimasak dengan santan dan gula pasir. Tak lupa dengan lumuran saus santan sehingga menghasilkan rasa gurih dan manis yang menyenangkan.


Mango Smoothies
Penasaran dengan keaslian minuman Mango Smoothies khas Thai, saya pun memasukkannya ke dalam daftar wisata kuliner saya. Bahan utamanya adalah potongan buah mangga, susu, dan es batu yang diblender jadi satu. Dengan rasanya yang manis dan segar, jajanan ini sangat cocok dinikmati di  siang atau sore hari.


Annette Ice Cream
Di Indonesia terkenal dengan food truck, sementara di Thailand lebih memilih Tuk Tuk sebagai tempat untuk berjualan makanan. Itu juga yang diadaptasi oleh Annette Ice Cream. Sangat mudah menemukan lokasi Annette Ice Cream ini. Biasanya mereka menyasar daerah dekat dengan pintu masuk mall. Saya pun penasaran untuk mencicipi es krim lucu ini. Yap, benar. Tak hanya bentuknya yang lucu, es krim ini juga sangat lezat.



Pad Thai
Thailand memang terkenal dengan olahan makanan yang manis-manis. Salah satunya yang terkenal adalah Pad Thai. Hidangan Mie Goreng ini lebih mirip Kwe Tiau karena bentuk mie-nya yang besar-besar. Dibumbui dengan beragam saus dan potongan bawang menjadikan menu ini begitu kaya rasa. Saya pun tak lupa untuk menambahkan beberapa sendok gula dan cabai bubuk sebagai penambah rasa.


Aneka Juice
Jika Anda termasuk orang yang gemar berjalan di Thailand, tentu Anda akan menemukan penjaja jus yang menjual beraneka macam rasa. Karena udara siang itu cukup terik, saya pun tertarik untuk mencicipi olahan jus di sana. Jus yang saya beli sudah dikemas dalam botol plastik sehingga mudah untuk dibawa-bawa. Serta rasanya yang menyegarkan mampu membuat mood kembali prima.


Kopi Susu
Kopi ini saya jumpai persis di depan hotel saya menginap, di kawasan Petchaburi. Setiap pagi gerai kopi ini menyajikan kopi susu yang bisa disajikan hangat maupun dingin. Saya pun memesan kopi susu hangat sebagai pendamping sarapan. Perhatian saya justru tertuju pada packaging dari kopi ini. Alih alih sebagai pegangan, kopi ini nampak mempunyai sayap yang mana sangat cute dijadikan objek foto.


Pork Sausage
Sangat mudah menemukan Pork Sausage di sepanjang jalan kota Bangkok dan salah satunya di pelataran Platinum Fashion Mall. Pork Sausage di sini dagingnya sangat juicy dan potongannya pun besar. Belum lagi bumbunya yang meresap hingga ke bagian dalam daging, menjadikan menu ini pas dijadikan makanan pengganjal sebelum menikmati makan malam.


 Bangkok juga dikelilingi oleh restoran dan coffee shop yang bergaya unik dan wajib untuk didatangi, di antaranya yang saya kunjungi adalah :

B Story Café
Berlokasi di tempat strategis, yakni dekat dengan jalan raya dan BTS Ratchathewi, B-Story bisa dengan mudah dijangkau. Interior B-Story Café sendiri bergaya ala negeri dongeng dengan sentuhan ornamen kayu. Sungguh interior yang sempurna untuk memanjakan mata. Terdiri dari 2 lantai, B-Story Café dilengkapi dengan tumbuh-tumbuhan dengan warna senada. Tak ketinggalan boneka beruang yang bertengger hampir di setiap sudut café.


(89/70 Phayathai Rd, Khwaeng Thanon Phetchaburi, Khet Ratchathewi. +66 2 656 5677)

Di Café by Monomer Hostel
Di Café by Monomer Hostel. Coffee shop ini hadir dengan interior yang bisa dibilang sederhana dengan tatanan yang rapi. Tidak banyak kapasitas tempat duduk yang disediakan sehingga saya merasa lebih ekslusif berada di sana. Di Café juga dilengkapkan dengan wifi yang cukup lancar saat itu, serta olahan kopi yang masuk kategori ‘pas’ di lidah.


(486/152 Phayathai Rd, Khwaeng Thanon Phetchaburi, Khet Ratchathewi. +66 99 261 2261)

Yelo House
Jika Anda berkunjung ke Yelo House, Anda akan dihadapkan pada sebuah ruang kreatif yang memanjakan mata. Terletak tidak jauh dari pusat kota, saya cukup berjalan dari Mall MBK menuju Yelo House. Namun, jika ingin menikmati kopi di sini, lebih baik Anda datang sebelum jam 6 sore. Karena, Yelo House hanya menyajikan makanan berat di malam harinya.



(20/2 Rama I Rd, Khwaeng Wang Mai, Khet Pathum Wan. +66 89 777 2322)

Yana Restaurant
Memang agak susah mencari restoran halal di Bangkok dan Yana Restaurant merupakan satu-satunya restoran halal di mall MBK. Di sini saya mencicipi menu burger lengkap dengan kondimen French Fries sebagai asupan karbohidrat. Isian daging sapi di dalam burger sangat tebal sehingga mampu mengganjal perut di siang hari.


(5A-05 444 Phayathai Rd, Khwaeng Wang Mai, Khet Pathum Wan. +66 2 048 4589)

Happy Fish
Berlokasi di tepi sungai Asiatique, Happy Fish tampak begitu ceria dengan dominasi warna-warni di bagian interior yang memikat. Di malam hari, Happy Fish juga menyediakan live music yang menambah meriah suasana hang out saya kala itu. Bagi yang ingin menikmati bir, Happy Fish memiliki beragam merek bir yang sudah sangat familiar di Bangkok. Tapi bukan bir pesanan saya kala itu, di sana saya menikmati secangkir kopi dan gelato rasa cookies and cream.



 (Asiatique the Riverfront. +66 90 959 5969)

China Town
Alih alih merasa lelah karena seharian berjalan, saya justru semangat untuk berkeliling menikmati wisata kuliner di China Town pada malam hari. Menu pertama yang saya makan adalah semangkuk Pig Blood, Liver, and Pork yang dihidangkan dengan kuah kaldu. Rasanya? Jangan ditanya. Sudah pasti sempurna. Kenyalnya pig blood mirip dengan tekstur tofu jadi juaranya.


Berikutnya ada Fish Maw yang digadang-gadang jadi menu andalan di China Town. Fish Maw ini disajikan di mangkuk sup yang biasanya ada dalam menu masakan Cina. bagian gelembung dalam perut ikan ini kaya akan kolagen sehingga baik dikonsumsi untuk kesehatan kulit. Rasanya pun gurih dan sedikit kenyal.

Khaosan Road
Keindahan kota Bangkok tak cuma bisa dinikmati di siang hari, malam hari pun Bangkok tetap memancarkan pesonanya. Jika ingin melihat keriaan Bangkok di malam hari, silakan kunjungi Khaosan Road. Di sini Anda akan menemukan banyak bar dengan beragam keunikannya. Saya pun mengarah ke The One Bar.

Bar ini tergolong unik, karena The One punya gaya interior yang tidak biasa. Anda akan dihadapkan pada tempat duduk yang bentuknya mirip dengan tangga. Di sini memungkinkan Anda untuk melihat euforia Khaosan Road dari tempat duduk. Ia juga menyediakan beragam minuman beralkohol, salah satunya Chang Beer yang memang diproduksi oleh Thailand. Chang punya rasa yang strong dan sedikit manis.


Thailand memang punya daya tarik sendiri untuk dikunjungi. Terlebih moda transportasinya pun terbilang maju dan bisa mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Intinya, jangan malu untuk bertanya dengan warga lokal di sana. Mereka akan dengan ramah menunjukkan arah dari tujuan Anda walaupun beberapa di antaranya tidak terlalu paham dengan bahasa Inggris.
Read More ...

Sebagai traveler yang doyan “ngopi”, menyesap kafein sudah menjadi keharusan yang masuk dalam agenda kegiatan. Bangkok misalnya. Jangan khawatir, hampir di setiap sudut ibu kota Thailand ini Anda dapat menemukan coffee shop untuk disinggahi. B-Story Café misalnya. Berlokasi di tempat strategis, yakni dekat dengan jalan raya dan BTS Ratchathewi, B-Story bisa dengan mudah dijangkau.

Saat memasuki area B-Story Café, Anda akan dihadapkan pada pemandangan sebuah kafe bergaya ala negeri dongeng dengan ornamen kayu yang beragam. Sungguh interior yang sempurna untuk memanjakan mata. Terdiri dari 2 lantai, B-Story Café dilengkapi dengan tumbuh-tumbuhan dengan warna senada. Tak ketinggalan boneka beruang yang bertengger hampir di setiap sudut café.




Karena sudah malam, saya pun hanya menyesap kopi di sini. Adapun varian kopi yang dipesan adalah Hot Latte. Punya preferensi sebagaimana harusnya, Latte besutan B-Story ini mempunyai rasa manis yang pas, berasal dari hasil steam susu yang sempurna. Belum lagi tekstur kopi yang lembut dan torehan latte art di bagian topping. Love it!


Bagi saya, kopi memegang peranan yang sangat penting dalam menikmati perjalanan ber-travelling ria. Sebuah kenikmatan yang tak dapat disanggah di saat Anda bisa menyesap secangkir kopi sekaligus merasakan atmosfer yang tenang dan nyaman di dalamnya. Dan B-Story Café mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Ah, rasanya tak ingin melangkah pergi dari sini.

B-Story Café
89/70 Phayathai Rd, Khwaeng Thanon Phetchaburi, Khet Ratchathewi
Bangkok, Thailand
+66 2 656 5677
Read More ...

Thailand memang bukan penghasil biji kopi terbaik, namun coffee shop di sini berkembang cukup pesat. Biasanya untuk interior, mereka lebih memilih konsep industrial dengan warna-warna kayu yang menenangkan. Hanya saja untuk varian kopi, Thailand lebih suka menyajikan olahan menu klasik seperti Espresso, Cappuccino, Latte, ataupun Americano.

Menyambangi ibu kota negaranya, saya pun mendatangi sebuah coffee shop yang terletak tak jauh dengan hotel saya menginap. Yap, Di Café by Monomer Hostel. Coffee shop ini hadir dengan interior yang bisa dibilang sederhana dengan tatanan yang rapi. Tidak banyak kapasitas tempat duduk yang disediakan sehingga saya merasa lebih ekslusif berada di sana dengan suasana yang tenang.


Menyinggung mengenai menu kopi, pesanan saya kala itu adalah Hot Latte. Walaupun disajikan dengan gula sachet, saya pun tidak tertarik untuk menyentuhnya. Sesapan rasa manis yang diemban oleh Latte ini sudah sangat menyenangkan bagi saya. Belum lagi hiasan latte art dan logo Di Café di bagian cangkir yang seolah menebarkan senyum kepada saya.


Selain kopi, Di Café juga menjual kudapan lain seperti aneka Toast, Cake, dan Brownies. Hanya saja, mereka tidak menjual Croissant yang biasanya saya pesan sebagai kudapan menikmati kopi. Akhirnya pilihan pun disubtitusi dengan Milk Toast. Bagian luarnya nampak crunchy sementara tidak menghilangkan sisi kelembutan roti itu sendiri.



Over all saya sangat suka dengan nuansa tenang yang ditawarkan oleh Di Café dengan wifi yang cukup lancar saat itu. Ditambah olahan kopi yang masuk kategori ‘pas’ di lidah. Saya pun bisa kembali merelaksasi pikiran dan beraktivitas di kota Bangkok. Sungguh merupakan kenikmatan sederhana yang bisa saya dapatkan di pagi hari.

Di Cafe by Monomer Hostel
486/152 Phayathai Rd, Khwaeng Thanon Phetchaburi, Khet Ratchathewi
Thailand
+66 99 261 2261
Read More ...

Persepsi saya belum banyak orang yang tahu mengenai keberadaan Box Deli. Jika benar, rasanya saya ingin membantu membuat namanya lebih dikenal lagi di masyarakat. Kemudian, inisiatif berikutnya yang saya lakukan adalah menuliskannya di blog. Sebagai informasi awal, Box Deli berlokasi di area POP! Hotel Bandara Soekarno Hatta.

Box Deli punya gaya interior yang kekinian. Sesuai dengan namanya, interior Box Deli dibuat mirip seperti kontainer, lengkap dengan kursi berwarna-warni dan sofa di setiap sudut ruangan. Terdiri dari dua lantai, saya pun memilih bagian paling atas di Box Deli. Dari sana, saya bisa melihat lalu lalang kendaraan yang cukup padat malam itu.



Masuk ke deskripsi mengenai makanan, Box Deli mempunyai beberapa varian kopi dan makanan ringan yang bisa dibilang tidak terlalu banyak pilihan. Pertama-tama dimulai dengan Affogato. Kombinasi sentuhan acid pada kopi dengan manisnya es krim membuat menu ini bisa saya nikmati dengan baik. Coffee-based dessert ini dapat langsung menaikkan mood.


Sebagai menu pendamping kopi, tibalah French Fries dan Croissant di atas meja. French Fries pesanan saya semakin menarik dengan lelehan menu mozzarella di bagian atas. Sementara Croissant hadir dengan tekstur yang lebih chewy. Entah mengapa, saya tidak bisa merasakan tekstur crunchy yang seharusnya ada pada bagian luar Croissant. Tapi menu ini masih bisa dinikmati sebagai sandingan secangkir kopi.


Mengapresiasi coffee shop di dekat bandara Soekarno Hatta, saya sangat senang dengan keberadaan Box Deli. Apalagi saat saya menginap di POP! Hotel dan hanya perlu berjalan kaki untuk menuju ke sana. Dengan suasana yang begitu nyaman, Box Deli mempunyai harga yang terjangkau. Walaupun saya sempat terganggu dengan gigitan nyamuk yang sesekali hinggap di sekujur tubuh.

Box Deli
POP! Hotel Jakarta Bandara, Pajang, Benda
Tangerang
0819 0867 1278
Read More ...

Rehat dari rutinitas, saya pun menempuh perjalanan cukup panjang menuju Taman Santap Rumah Kayu. Restoran ini menawarkan suasana menyantap makanan dengan pemandangan asri yang menyegarkan, baik pada mata maupun indera perasa. Udara di sini terasa lebih segar dengan adanya pepohonan yang rindang dan aneka saung. Menjelajahinya, saya seolah menyatu dengan alam.



Masuk ke pembahasan mengenai makanan, beragam hidangan dengan kearifan lokal menjadi menu highlight di Rumah Kayu. Sebut saja seperti aneka olahan seafood, ayam bakar, dan beragam sayuran sebagai pelengkap. Berikut adalah beberapa rekomendasi menu makanan yang saya nikmati di Rumah Kayu.

Cumi Asam Manis
Perjamuan saya di Rumah Kayu dimulai dengan Cumi Asam Manis. Menu ini tampil dengan performa yang cukup baik. Tidak tercium bau amis menandakan cumi ini diolah dengan cara yang benar. Belum lagi lumuran saus asam manis yang menggugah selera. Cocok dinikmati dengan nasi sebagai menu makan siang.


Gurame Bakar Kecap
Kehadiran Gurame Bakar Kecap menambah semarak suasana. Daging padatnya disiram dengan saus kecap yang manis dijamin tidak ada yang mampu menangkis kelezatannya. Daging ikan dibakar sangat sempurna dan lembut saat masuk ke mulut. Ditambah porsinya yang besar, menu ini cocok dijadikan menu sharing.


Kerang Hijau Rebus
Salah satu makanan olahan laut yang memiliki rasa khas lainnya adalah kerang hijau. Berbeda dengan menu sebelumnya, kerang hijau hadir dengan cita rasa gurih yang menggoda. Tanpa perlu embel-embel apapun, eksplorasi olahan seafood ini menghadirkan tekstur yang kenyal dan memikat. Oleh karena itu, ada sensasi yang menyenangkan saat menikmati kerang hijau ini.


Tauge Cah Ikan Asin
Hidangan klasik yang juga ada di Rumah Kayu, yakni Tauge Cah Ikan Asin. Pada dasarnya pengolahan menu ini sama dengan tumisan sayur tauge pada umumnya. Perbedaannya terletak pada penambahan ikan asin yang menjadikan rasanya lebih berwarna. Memberikan kejutan rasa di setiap gigitan, Anda juga bisa memesan menu ini sebagai tambahan zat besi.


Layaknya sebuah ‘pelarian yang mengesankan’, Taman Santap Rumah Kayu bisa dibilang salah satu destinasi rumah makan yang pas didatangi bersama keluarga. Selain menunggu hidangan datang, Anda juga bisa berkeliling dan berfoto dengan tema alam di sini. Maka saya tak heran, banyak yang merekomendasikan Taman Santap Rumah Kayu di media sosial.

Taman Santap Rumah Kayu
Jl. Ki Hajar Dewantara Blok SKL No. 2, Gading Serpong
Tangerang

021 542 12011 . 021 5421 2015
Read More ...