Berangkat dari anggapan “Women are perceived as decision makers”, nampaknya makin ke sini tren interior sebuah restoran lebih condong ke tema feminin. Salah satunya adalah Beatrice Quarter. Tengok saja gaya dekorasi yang 'girly' terpancar lewat dominasi warna pink yang pekat. Beatrice Quarter bahkan sangat jeli memperlihatkan detail demi detail di setiap elemennya. Dengan, konsep yang disuguhkan, siapa saja pasti betah berlama-lama di sini.

Puas membahas interior, untuk urusan makanan Beatrice Quarter mengambil ranah yang “aman”. Maksudnya di sini adalah Beatrice menyuguhkan comfort food, seperti aneka pasta, pizza menu breakfast, nasi goreng, hingga beragam menu toast. Berikut adalah beberapa menu yang saya pesan kala itu :

Spaghetti Aglio Olio
Bisa dibilang ini merupakan menu mainstream yang banyak disajikan restoran bergaya Western lainnya. Pasta yang menggunakan bawang putih dan olive oil sebagai bahan utamanya ini juga menyertakan jamur enoki di dalamnya. Spaghetti Aglio Olio khas Beatrice Quarter rasanya cukup nyaman singgah di indera pengecap.


Grand Slam
Tanpa memberikan kesempatan jeda yang cukup panjang, Grand Slam jadi santapan berikutnya. Menu ini datang dari kategori breakfast meal yang terdiri dari daging ayam, dua buah telur setengah matang,  potongan kentang, dan roti gandum. Beruntungnya pilihan saya tidak salah. Untuk saya, menu ini cukup pas mengisi rongga di perut.


Hokubee Beef Goulash
Salah satu makanan khas dari Hungaria ini juga jadi menu wajib di Beatrice. Menu ini merupakan persilangan antara kari Jepang dengan rebusan gula yang notabenenya mirip dengan olahan gulai khas Indonesia. Hokubee Beef Goulash berisi daging sapi, mie, dan beberapa macam sayuran yang diolah setengah matang dengan beragam bumbu rempah.


Aromatique Fried Rice
You can't go wrong with Nasi Goreng. Cita rasa Nasi Goreng yang “Indonesia banget” seolah rentan membuat kecanduan. Beatrice pun memodifikasinya dengan memberi saos tomat sebagai bahan dasar. Sontak memberikan warna tersendiri untuk menu nasi goreng ini. Tak lupa, irisan sosis jadi komponen yang melengkapinya.


Honey Garlic Wings
Alih-alih membuat perut kekenyangan kehadiran Honey Garlic Wings justru menyempurnakan makan malam saya kala itu. Notabenenya, menu ini diproses dengan madu, bawang putih, dan truffle oil yang meresap hingga ke bagian daging. Paduannya semakin solid dengan cocolan BBQ sauce yang memikat. Satu porsi berisi 8 potong chicken wings dan drum stick, sehingga cocok didaulat menjadi menu sharing bersama teman.


Alur perbincangan mengenai menu akhirnya ditutup dengan seruputan segelas Iced Tea yang menyegarkan. Beatrice Quarter rupanya paham benar menyajikan beragam menu pilihan yang memanjakan. Puas menyantap aneka hidangan di Beatrice Quarter, saya pun menjadikannya alternatif destinasi untuk menikmati makan malam berikutnya.

Beatrice Quarter
Living World, Lantai Ground
Serpong Utara, Tangerang

021 2923 9489
Read More ...

Terletak tak jauh dari pintu masuk Universal Studio, Malaysian Food Street menawarkan konsep food court yang tematik. Interiornya pun bergaya arsitektur Penang yang seolah menuntun imajenasi Anda ke Negeri Jiran. Food court dengan 17 tenan ini menawarkan beraneka ragam jajanan Malaysia yang menggugah selera. Sebagian besar tenan yang tergabung sudah populer di Kuala Lumpur dan Penang. Hidangan otentik yang dimaksud antara lain Claypot, Kway Teow, Hokkien Mee, dan Bak Kut Teh.


Heun Kee Claypot Chicken Rice
Seusai dengan namanya, nasi ayam khas Malaysian style ini disajikan di wadah mangkuk besar berbahan dasar tanah liat (claypot). Aroma kuah wijen yang wangi langsung terhirup manakala menu ini hadir di atas meja. Nasinya pulen dan ayamnya pun kaya akan rasa. Lidah benar-benar dimanjakan oleh olahan bumbu yang rasanya dominan dan berkarakter. Satu porsinya mampu memuaskan hasrat saya siang itu.


Hai Beng Lor Mee
Lor mee mengacu pada mie berwarna kuning tebal yang direbus dan disajikan dalam mangkuk besar. Selain itu, bawang putih cincang dan cuka hitam sebagai bahan dasar di menu ini bertindak sangat baik dan mampu membuat keseluruhan rasanya menawan. Sajian Lor Mee semakin diperkaya dengan hadirnya daging babi iris dan telur setengah matang. Bagi saya, Penang Hainan Lor Mee merupakan salah satu makanan terbaik yang dimiliki oleh Malaysia. Kuahnya yang kental, tak luput dari sentuhan gurih yang menggoda.


Saya cukup puas dengan makanan yang saya nikmati kala itu. Dengan kualitas dan rasa yang sesuai ekspektasi, makanan di Malaysian Food Street bekisar antara 6 hingga 12 SGD. I'll be definitely back soon.

Malaysian Food Street
Resorts World Sentosa
8 Sentosa Gateway

657 766 88
Read More ...

Warna kuning yang kental sebagai dekorasi memberikan energi yang positif dan memanjakan mata. Sebagaimana warna kuning berperan dalam memberikan kesan gembira dan relaksasi bagi siapapun yang menjadi bagian di dalamnya. Ialah Sunny Side Up, sebuah restoran yang mengemban konsep olahan serba telur di Jakarta. Restoran yang berdiri sejak 2011 ini menggunakan elemen-elemen berwarna terang yang indah tertangkap oleh indera penglihatan. Sementara susunan meja dan sofa panjang di area dining menjadi pakem khas sebuah restoran keluarga pada umumnya.


Konon dekorasi interior memiliki korelasi dengan cita rasa sebuah restoran. Menyikap mengenai keseluruhan menu di Sunny Side Up, cukup mengundang rasa penasaran. Terutama dari pengolahan telur yang cukup menggiurkan karena spesialisasinya. Bagi Anda yang belum familiar, Sunny Side Up memposisikan menu Omurice sebagai hidangan utama, yaitu olahan nasi berbumbu khas yang diselimuti oleh omelet. Agar lebih nikmat, tambahan saus dan daging tak luput dari bahan pendukung.

Mozza Cheese Ball
Saya pun menunjuk Mozza Cheese Ball sebagai menu appetizer. Keju mozzarella yang meleleh memang tak pernah gagal memuaskan indera pengecap. Sajian ini mempunyai tekstur yang lembut dan mempunyai karakter rasa yang gurih. Sementara bagian luarnya crunchy dan ‘nagih’ untuk digigit. Menu ini berisi 6 buah bola mozzarella. Porsi yang pas untuk sebuah hidangan pembuka.


Omurice Demi Glaze with Hamburg
Kreasi menu Omurice ini tampil energik dengan hot plate sebagai wadah sajinya. Makanan hasil perpaduan Japanese - Western ini cukup menarik perhatian manakala hadir di atas meja. Sebagai info, demi glaze merupakan salah satu saus dasar yang biasa dihidangkan pada makanan ala barat di Jepang. Saus ini sangat cocok dipadukan dengan telur dadar dan olahan beef karena rasanya yang gurih dan dipercaya dapat menaikkan standar cita rasa sebuah daging sapi. Benar saja, sentuhannya mampu berkontribusi baik terhadap rasa keseluruhan hidangan ini. Apalagi daging hamburg yang juga jadi bahan utama, punya tekstur yang lembut dan juicy.


Kampoeng Satay Omurice
Pilihan yang menggoda berikutnya datang dari menu Omurice non sauce, yakni Kampoeng Satay Omurice. Menu  ini datang dengan presentasi sederhana namun tetap menarik dipandang mata. Nasi goreng dalam balutan telur dadar setengah matang ini benar-benar menggugah selera. Nasinya pulen ditambah dengan torehan sate ayam yang empuk.



Choco Brownie Parfait
Puas “menggerayangi” olahan menu telur, saya pun menyertakan Choco Brownie Parfait di menu dessert.  Sangat disayangkan, kala itu brownies harus disubtitusi dengan potongan buah pisang dikarenakan stoknya yang kosong. Well, hal tersebut tidak mengurangi kenikmatan Choco Parfait dan saya masih bisa menikmati menu ini dengan baik.


Strawberry Juice
Perburuan menu saya di Sunny Side up kemudian ditutup dengan segelas jus strawberry yang menyegarkan. Pesonanya mampu menjadi deskripsi yang tak kalah menarik dengan menu-menu sebelumnya. Walaupun ini bukan kedatangan saya yang pertama di Sunny Side Up, namun rasanya tak pernah bosan untuk mencicipi olahan telur di sini. Ditambah harga untuk menu-menu di sini nampak bersahabat. 


Sunny Side Up
Summarecon Mall Bekasi, Lantai Ground
Bekasi
021 2957 2377
Read More ...

Rasanya tepat untuk Onokabe yang menyebut dirinya sebagai “one stop dining junction” bagi para penikmat kuliner. Sementara konsep all you can eat yang diusung menghadirkan hasrat untuk menjamah setiap section yang disediakan. Berlokasi tak jauh dari Mall Living World Alam Sutera, Onokabe mempunyai cakupan kapasitas yang cukup besar, mampu menampung hingga 300 pengunjung.


Onokabe menghadirkan menyajikan gelimangan olahan suki dan grill, juga aneka nasi, olahan mie, beragam pasta, dimsum, buah-buahan, dan dessert. Perburuan saya dimulai dari menu grill. Beberapa potongan daging yang bisa Anda pilih antara lain daging ayam, sapi, dan makanan laut yang sudah dilumuri bumbu.



Beralih ke menu suki. Salah satu restoran besutan Boga Group ini menyediakan beragam suki yang berputar di atas conveyor belt menggelilingi setiap meja. Maka pengunjung tidak perlu repot bolak-balik mengambilnya. Untuk menu suki, Anda dapat memilih 2 varian rasa sup dalam satu meja. Saya pun memilih chicken collagen broth dan tom yam.


Bahkan Onokabe juga menyediakan makanan yang jarang  Anda temukan di restoran all you can eat lainnya, seperti jajanan tradisonal, snack sebagai cemilan, ice cream, crepes, bahkan hingga pop corn. (OMG I love this place). Restoran yang menjadikan Mr. Omo (pesumo) sebagai ikon ini juga menyediakan menu minuman, di antaranya soda, jus, teh, kopi. Satu nilai plus di Onokabe, ia juga menyediakan air mineral free flow (seperti yang kita ketahui, kebanyakan restoran all you can eat tidak memberikan air mineral secara cuma-cuma).




Harga yang ditawarkan Onokabe pun cukup terjangkau, yaitu bekisar antara Rp. 89.000 untuk anak-anak dan Rp. 129.000 untuk orang dewasa. Selain itu Onokabe juga memberikan batasan waktu selama 120 menit (2 jam) bagi Anda memuaskan indera pengecap. Tapi pastikan semua makanan yang Anda ambil habis termakan. Jika tidak, akan dikenakan denda sebesar Rp.50.000 per 100 gramnya. 

Onokabe All You Can Eat Suki & Grill
Alam Sutera Town Center
Tangerang
021 2921 1515
Read More ...

Biasanya, jika berkunjung ke suatu negara orang akan mencicipi hidangan khas di sana. Seolah anti mainstream, saya pun justu mendatangi sebuah restoran yang menjajakan makanan khas Thailand di Singapura. Bangkok Jam namanya. Pasti ada alasan bijak di balik keputusan saya ini. Salah satu alibi yang menguatkan adalah karena masakan Thai terkenal akan ciri khasnya yang pedas dan berbumbu.

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai makanan, Bangkok Jam nampak shopiscated, meleburkan gaya bistro nan modern. Pada dasarnya Bangkok Jam sendiri menggambarkan atmosfer yang calm tanpa terikat dengan suatu tren. Namun tetap membuat saya merasa nyaman dan betah di sana. Representasi interiornya cukup comfy berkat penggabungan furnitur dan warna dinding yang menyatu di area ini.



Di sisi makanan, Bangkok Jam menyediakan masakan Thailand kontemporer yang tidak asing di telinga orang Indonesia, seperti saya. Singgah di sini, saya memesan Pad Thai, Seafood Fried Rice, dan Thai Green Milk Tea. Ini dia ulasan lengkapnya.

Pad Thai
Sebagai seseorang yang gemar berkuliner, Pad Thai always be my all time favourite. Rasa dan aroma Pad Thai menyergap indera perasa dan mampu membuat penikmatnya ketagihan. Pada hakikatnya, Pad Thai mirip dengan Kwetiau Goreng yang banyak ditemukan di Indonesia. Ketika di deskripsikan, perpaduan antara manis, asin, asam, dan pedas bergerilya cukup baik. Dibuat dari mie beras, ciri khas Pad Thai semakin menyeruak manakala toge, daun bawang, daun coriander, gula, serta dada ayam yang bertindak cukup baik sebagai topping.


Seafood Fried Rice
Istilah otentik kerap digunakan oleh pemain di industri kuliner untuk menggambarkan suatu karakter yang melekat kuat di dalamnya. Ini juga berlaku untuk Seafood Fried Rice. Artinya, makanan ini diolah dan memang disajikan sesuai dengan standar masakan Thai pada umumnya. Menu tersebut dapat dibilang ekspresif dengan kekuatan rasa yang ditawarkan.


Notabenenya, Nasi Goreng ini sama halnya dengan khas Indonesia, hanya saja ada paduan rasa asam dan pedas yang membedakan. Penambahan topping seperti ikan asin, toge, dan seafood pun jadi pesona berikutnya yang mumpuni. Tak lupa dengan potongan bawang merah yang tersaji di sisi piring dan juaranya adalah nam prik  atau sambal ulek pedas yang menyertakan terasi sebagai bahan dasarnya. Bagi saya, yang jelas Nasi Goreng ini tak terbantahkan nikmatnya.

Thai Green Milk Tea
Jangan pergi tanpa mencoba Thai Green Milk Tea. Teh dengan campuran susu atau krimer tentu tak pernah bosan untuk dinikmati. Tampil variatif, ketika dicampur dengan green tea, Thai tea terasa lebih istimewa. Soal rasa, paduan teh punya karater rasa yang cukup manis bagi saya. Cukup menyegarkan dinikmati di siang hari.


Memang agak “nyeleneh” restoran yang saya pilih kala itu, namun saya jatuh cinta dengan cita rasa yang ditawarkan oleh Bangkok Jam ini. Semuanya mampu memuaskan indera pengecap saya. Kira-kira, kapan ya Bangkok Jam akan melirik pasar Indonesia? Kita tunggu saja.

Bangkok Jam
Bugis Junction, 200 Victoria St #02-46 46
Singapore
Read More ...

Berlibur selalu jadi momen menarik yang nampaknya perlu direncanakan secara berkala. Menelusuri tempat wisata, berbelanja oleh-oleh, berkuliner, ah membayangkannya saja sudah pasti menyenangkan. Ialah Singapura, negara yang saya pilih untuk jadi destinasi berlibur Mei 2017 lalu. Singapura merupakan negara maju nan moderen yang masyarakatnya sangat patuh terhadap peraturan.

Tanpa kemacetan walaupun di distrik bisnis kota, Singapura punya moda transportasi yang baik untuk masyarakatnya. Adalah MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), cable car, dan bus. Dimana transportasi missal tersebut datang sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan. Untuk menaikinya, Anda bisa menggunakan EZ-Link yaitu kartu pintar sebagai tiket alternatif. Dengan menggunakan kartu ini, saya pun siap berkelana “menunggangi” transportasi yang nyaman berkeliling kota.





“Selamat Datang di Singapura”


Transportasi dari Changi Airport Menuju Pusat Kota

Pesawat pun mendarat dengan sempuna dan saya turun di terminal 2 Changi airport. Bagi Anda yang berada di terminal 2 atau 3 seperti saya, ikuti petunjuk arah bertuliskan “Train To City.” Turun dengan eskalator menuju stasiun MRT, pilih jalur sebelah kiri ke arah Joo Koon. Jangan pilih jalur kanan karena kereta tersebut akan membawa Anda ke Pasir Ris, bukan pusat kota. Turun di stasiun Tanah Merah yang berjarak tak jauh dari bandara Changi, yakni hanya melampaui 2 stasiun.



Nb: Untuk yang berada di terminal 1, silakan menuju terminal 2 atau 3 terlebih dahulu dengan Sky Train secara gratis. Perjalanan ke terminal 2 atau 3 memakan waktu tidak sampai 2 menit.

DAY 1


  • Berburu Oleh-Oleh di China Town

Untuk menuju ke Chinatown, Anda bisa naik MRT dan turun di Stasiun Outram Park. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5 - 7 menit menuju Chinatown.

Sepanjang jalan dari stasiun MRT menuju Chinatown, Anda akan melihat tempat ibadah yang letaknya berdekatan, seperti mesjid, gereja, dan kuil. Ini bukti bahwa Singapura merupakan negara multikultural yang tentram. Di Chinatown, sesuai dengan rencana saya akan berburu oleh-oleh untuk keluarga dan teman dekat.


Anti mainstream memang, justru saya mendatangi tempat membeli oleh-oleh setibanya di Singapura. Buat saya, oleh-oleh merupakan suatu keharusan yang penting sehingga saya perlu memasukkannya di itinerary pertama. Di Chinatown, Anda akan menemukan barang-barang yang bisa dijadikan souvenir, seperti kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, dan lain sebagainya. Jika Anda membeli dalam jumlah banyak, harganya akan lebih murah. Biasanya harga yang dipatok adalah kurang lebih sama, yakni 3 barang dengan harga USD $ 10.

  • Sisi Lain Geylang Road

Jika ingin ke jalan Geylang, Anda bisa naik MRT di jalur hijau dan turun di stasiun Aljunied. Dari stasiun Aljunied kamu bisa berjalan kaki sekitar 7 menit ke Geylang.

Kawasan ini termasuk salah satu tempat yang enggan dikunjungi oleh para wisatawan. Pasalnya Geylang terkenal akan praktek prostitusi legal maupun ilegal di Singapura. Sepanjang jalan, Anda akan menemukan toko bertuliskan “adult shop” yang biasanya dihias dengan warna-warna feminin. Kendati demikian, saya tidak menemui sedikit pun hal negatif di sana. Justru yang saya temui adalah bangunan kuno yang kebanyakan berarsitektur China. Bangunan-bangunan tersebut difungsikan sebagai kafe atau kedai makan. Seperti salah satu kedai yang saya datangi ini, namanya Cui Xiang Yuan.

- Pork Ribs yang Nikmat di Cui Xiang Yuan


Tidak ada salahnya untuk mampir di Cui Xiang Yuan. Seorang pria paruh baya berlogat Mandarin menyapa saya dan menanyakan menu yang akan saya pesan. Sontak saya memilih Pork Ribs yang disajikan bersama nasi. Di samping itu, Cui Xiang Yuan juga menyediakan Chicken Noodle berkuah yang pas dinikmati sebagai menu makan malam. Walaupun berlokasi di daerah pemukiman, makanan di sini tak kalah nikmat dengan di restoran.




- Delicious Hokkaido Baked Cheese Tart


Pertama kali populer di pulau Hokkaido, Jepang, Hokkaido Baked Cheese Tart terus bermuara hingga ke negara Asia, seperti Singapura ini. Berjalan di Geylang, saya menemukan toko kue bernama Delicious yang hanya menjual 1 macam jenis menu, yakni Cheese Tart. Lapisan terluar tart dipanggang sampai garing, di dalamnya berisi cream keju yang lembut dan gurih. Tidak terlalu manis bahkan bisa disebut pas di lidah.


DAY 2


  • Berkunjung ke Merlion Park & Marina Bay Sands

Stasiun MRT terdekat Merlion Park & Marina Bay Sands adalah stasiun Raffles Place. Anda perlu berjalan kaki ke arah Singapore River & Fullerton Hotel untuk mencapainya. Letak patung Merlion dan Marina Bay Sands tak jauh dari sana.

Belum ke Singapura jika tidak ke Merlion Park. Patung singa yang berdiri kokoh ke arah pelabuhan Marina tersebut tentu jadi daya tariknya. Ikon negara Singapura ini begitu populer dan bentuknya sering ditemui pada gantungan kunci, magnet kulkas, tas, sampai cokelat. Merlion Park dibuka selama 24 jam dan tanpa dipungut biaya.


Sama halnya dengan patung Merlion, Marina Bay Sands bisa dibilang adalah ikon kebanggaan kota Singapura. Bangunan nan megah ini merupakan hotel yang memiliki sekitar 2000 kamar termasuk restoran mewah dan Sands SkyPark. Pada musim liburan, Anda harus pintar-pintar mengambil spot foto di dua lokasi ini karena banyak "dikepung" oleh wisatawan.


  • Berekreasi di Sentosa Island

Untuk menuju Sentosa Islands, Anda harus transit di stasiun Dhoby Ghaut atau Outram Park, tergantung rute yang dinaiki sebelumnya. Kemudian turun di stasiun MRT Harbour Front (jalur ungu) yang berada tepat di mall Vivo City. Naik ke lantai 3, Anda akan menemukan monorail yang mengantarkan ke lokasi Sentosa Island. Tarif menaiki monorail adalah SGD $ 4 yang mana Anda sudah bisa mengelilingi pulau Sentosa dan sudah termasuk biaya kembali ke Vivo City.

Berjarak tak jauh dari kota Batam, Sentosa dikelilingi oleh panorama pemandangan yang indah. Sebuah Integrated Resort di Singapura ini merupakan destinasi wajib jika berkunjung Singapura karena dilengkapi dengan hotel, kasino, Madame Tussauds, shopping center, pantai, SEA Aquarium, dan Universal Studio Singapura (USS).


- Tur di Museum Madame Tussauds


Untuk menuju Madame Tussauds, Anda turun di Imbiah Lookout

Wisata pertama di Sentosa Island yang saya datangi adalah museum Madame Tussauds. Museum ini berisi patung lilin dengan figur populer yang berasal dari berbagai kalangan, mulai negarawan, anggota kerajaan, artis, hingga atlet. Madame Tussauds sama halnya dengan pertemuan fans dan idolanya. Maka, pastikan baterai kamera Anda terisi cukup penuh untuk beraksi dan berfoto selfie di Madame Tussauds.  Bukan hanya patung, latar belakang si tokoh pun disesuaikan agar terlihat lebih hidup.









Nb : Sedikit informasi, sebelum memasuki area patung lilin berbagai figur, Anda akan dihibur dengan beberapa “talent” yang menjelaskan mengenai informasi tentang negara Singapura dengan gaya atraktif. Pada bagian ini pengunjung dihimbau utnuk tidak memfoto atau merekam kegiatan tersebut.


- Do Fun di Universal Studio Singapore


Universal Studio Singapore berada di stasiun Waterfront Station.

Kunjungan wisata berikutnya di pulau Sentosa tak lain dan tak bukan adalah Universal Studio Singapore (USS). Jam bukanya adalah dari jam 10.00 hingga 19.00 waktu setempat. Wahana di Universal Studio Singapore dibagi menjadi beberapa zona. Penelusuran saya diawali dari zona Sci-Fi, yakni transformers. Saya pun tertarik untuk memasuki wahana “Transformer 3D the Ride”. Notabenenya, dalam wahana tersebut, saya menaiki roller coaster dan diwajibkan untuk memakai kacamata 3D. Dalam alur cerita yang berdurasi kurang lebih 4 menit ini, saya dibawa pada petualangan Optimus Prime dan kawan-kawan melawan Decepticons.


Jika Anda pecinta tokoh besar bewarna hijau yakni Shrek, Anda bisa mengunjungi zona Far Far Away. Wahana yang tidak saya lewatkan tentu “Shrek 4D Adventure”. Di sini, saya dan pengunjung lainnya dihadapkan pada cerita heroik Shrek dan Donkey dalam menyelamatkan Putri Fiona yang diculik oleh Lord Farquaad yang berwujud hantu. Tak ketinggalan, saya juga mengunjungi teater khusus bernama “Live Donkey” yang mana penonton bisa berinteraksi langsung dengan tokoh keledai lucu tersebut.


Beberapa wahana lain yang sayang dilewatkan antara lain permaianan roller coaster Revenge of the Mummy di zona Ancient Egypt, A Crate Adventure di Zona Madagascar, Water World di zona The Lost World, dan zona Hollywood yang photogenic berada di dekat pintu masuk USS.







- Isi Amunisi di Malaysian Food Street


Puas bermain di USS, tiba saatnya untuk mengisi amunisi. Saya sarankan Anda untuk Malaysian Food Street yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk / keluar USS. Interiornya pun didesain semirip mungkin seolah menuntun imajenasi Anda berada di Malaysia. Food court dengan 17 tenan ini menawarkan beraneka ragam jajanan Malaysia yang menggugah selera. Hidangan otentik yang dimaksud antara lain Claypot, Kway Teow, Hokkien Mee, dan Bak Kut Teh.


  • Es Krim 1 Dolar di Orchard Road

Orchard Road berada di stasiun MRT Orchard (jalur merah).

Pemandangan kesibukan masyarakat Singapura terpampang nyata di sini. Lalu lalang orang sekitar yang berjalan cepat jadi tontonan tersendiri yang mengasyikkan bagi saya. Suatu pengalaman menikmati indahnya Orchard Road tak lengkap rasanya tanpa es krim 1 dolar. Sangat mudah menemukan penjual es krim ini karena hampir tersedia hampir di setiap sudut. Pengenalnya adalah sepeda motor dengan payung besar yang menjulang di atasnya.



  • Little India di Singapura, Yap Mustafa Centre!

Cara menuju mustafa centre adalah dengan turun di stasiun Farrer Park yang berada di jalur ungu.

Mustafa Centre is one destination not to be missed! Lalu lintas pun tidak terlalu ramai dengan mobil yang hilir mudik dengan teratur. Kabar baiknya adalah Mustafa Center merupakan satu satunya tempat berburu oleh-oleh yang buka 24 Jam di Singapura. Berlokasi di Little India, Mustafa menjual berbagai macam barang, tidak hanya oleh oleh, tetapi juga kebutuhan sehari hari.


Untuk Anda yang ingin tampil stylish, tersedia pula jam tangan, parfum asli dengan harga bersahabat, obat, tas, dan barang elektronik seperti handphone. Mustafa juga terkenal akan jajanan khas Timur Tengah yang sayang jika dilewatkan. Seperti makanan yang saya pesan ini, Roti Tissue dan tak ketinggalan Coffee C untuk tambahan kafein saya malam itu.


DAY 3


  • Lagi, Belanja Oleh - Oleh di Bugis


Untuk mencapai Bugis, Anda bisa menaiki MRT dan turun di stasiun Bugis yang terletak di bawah Bugis Junction Mall (jalur hijau).

Bugis street merupakan salah satu tujuan utama tempat belanja souvenir murah di Singapura. Tempat ini juga terkenal sebagai kawasan favourit orang Indonesia untuk berbelanja karena harganya yang terjangkau. Walaupun datang di pagi hari, nampak hiruk pikuk pengunjung yang tak segan berdesak- desakan berbelanja di Bugis. Banyak pula dijajajakan baju dan tas yang fashionable di sana.




- Pad Thai di Bangkok Jam, Bugis Junction


Puas berkeliling Bugis Street, saya pun memutuskan untuk ke Bugis Junction yang masih berada dalam satu area. Singgah di sini, saya menghampiri restoran bernama Bangkok Jam. Memang agak “nyeleneh” restoran yang saya pilih kala itu, namun saya jatuh cinta dengan cita rasa yang ditawarkan oleh Bangkok Jam ini. Menu yang saya pesan antara lain Pad Thai, Nasi Goreng, dan Thai Green Tea Milk yang ke semuanya mampu memuaskan indera pengecap saya.



Destinasi berlibur ke negara atau kota tertentu sangatlah penting bagi saya karena selain bisa menyegarkan pikiran, saya juga bisa belajar, mengadopsi hal-hal yang baik dari negara atau kota tersebut. Menurut saya, Singapura adalah punya lingkungan hidup yang asri merefleksikan masyarakatnya yang cinta akan alam dan lingkungan sekitar. Ditambah transportasi umum yang memadai, mendukung aktivitas dan efisiensi waktu.

Notes:


  • EZ-Link

Harga kartu EZ-Link adalah SGD $ 12 (yang berisi saldo SGD $ 7). Sisa saldo yang ada di kartu EZ-Link bisa di-refund seluruhnya dengan catatan kartu Anda juga akan dikembalikan ke petugas. Pilihan lain adalah disimpan untuk kedatangan berikutnya. Masa berlaku kartu EZ-Link adalah 5 tahun.

  • Bahasa

Di Singapura, ada 3 bahasa yang berlaku, yakni Inggris, Mandarin, dan Melayu sehingga memungkinkan kita, orang Indonesia dapat berinteraksi maksimal dengan warga sekitar.

  • Transportasi Online

Untuk yang berwisata lebih dari 4 orang, Anda bisa memesan online taksi dari aplikasi Uber atau Grab Car. Jika Anda hanya sendiri atau berdua dengan teman, akan lebih murah menggunakan moda transportasi umum karena tarif Uber dan Grab Car sangat mahal di Singapura. Ambil contoh, dari stasiun MRT Aljunied ke Geylang Road membutuhkan waktu 7 menit jika berjalan kaki, namun jika ditempuh dengan Uber, biayanya bisa mencapai SGD $  5.

  • Air Mineral

Air mineral di Singapura sangat mahal. Harganya bisa bekisar antara SGD $  1.80 (di minimarket) hingga SGD $  3.50 (di restoran). Pesan saya, jangan lupa untuk membawa botol air minum kosong untuk diisi dengan tap water yang tersedia di tempat-tempat umum.

  • Internet

Saran saya jangan membeli sim card di bandara karena harganya sangat mahal. Ada baiknya Anda membeli kartu sim di Seven Eleven (711). Beberapa provider yang populer di Singapura, antara lain Singtel, M1, dan Star Hub. Saya membeli Singtel seharga USD $ 15 dengan pilihan paket 5 hari. Anda juga bisa meminta penjaga 711 untuk membantu mengatifkan kartu tersebut.

Cara lain agar bisa berselancar internet di Singapura adalah dengan menghubungi customer service provider di Indonesia untuk mengaktifkan fitur layanan internasional. Biasanya untuk akses ini dikenakan biaya kurang lebih Rp. 150.000 untuk pengaktifan data (tergantung kebijakan provider masing-masing).
Read More ...