Perasaan “cinta pada pandangan pertama” saya temukan di sudut mal Kota Kasablanka. Bertuliskan label ‘Bakers Gallery’ yang terpampang jelas di pintu masuk, saya seolah menemukan sebuah tempat persembunyian yang nyaman. Jauh dari kebisingan mal, hal ini lah yang menjadi pertimbangan sebagian orang, termasuk saya ketika mengunjungi Bakers Gallery. Tidak sebatas tempat untuk hang out, Bakers Gallery kerap kali dijadikan sebagai meeting spot bertemu dengan klien. Sementara area outdoor diperuntukkan bagi mereka yang menginginkan suasana lebih terbuka, sembari mengisap sebatang rokok sesudah makan.



Mengembangkan konsepnya, selain cake dan aneka pastry lainnya banyak menu yang bisa dieksplorasi di Bakers Gallery. Inilah magnet yang kemudian membawa saya ke sini. Maklum saja, sebagai pecinta kuliner, saya senang berburu dan mencicipi apa yang ditawarkan oleh suatu resto. Mengenai Bakers Gallery, ini dia ulasan beberapa menu andalannya.

Chicken Laksa
Jika ada pertanyaan mengenai menu favorit, tentu dengan lantang saya menjawab Chicken Laksa. Makanan Peranakan Tionghoa dan Melayu ini  punya kompleksitas rasa yang patut diacungi jempol. Gurih dan pedas tergambar dari aroma yang menyeruak berasal dari kuah kari laksa. Sementara topping green beans, tauge, tofu, dan tak ketinggalan terong mengimbangi kelezatan olahan mie yang satu ini. Tentu menjadi sempurna untuk penggemar rasa peranakan. Menurut saya, Laksa ini memiliki satu rasa dominan yang akan memiliki kenangan tersendiri pada penikmatnya.


Fettuccine Taragon
Saya langsung bercengkrama dengan Fettuccine Taragon. Sekedar gambaran, menu yang satu ini punya presentasi yang menggiurkan. Saya harus mengatakan menu ini sangat berani. Potongan ayam dan daging beef bacon yang besar cukup membuat perut sedikit gemetar. Dibalut dengan saus yang creamy, menu ini cocok dijadikan hidangan saat makan siang. Hanya saja bagi saya, rasa dari fettuccine terlampau hambar. Mungkin sedikit tambahan garam bisa jadi penggembira yang tepat.


Spicy Seafood Spaghetti Aglio Olio
Pasta tradisional ini semakin menyengkan dengan kehadiran bahan-bahan pelengkap seperti udang, calamari, ikan, dan kerang yang mewarnai presentasinya. Tapi bagi saya, gelimangan topping yang sedemikian rupa, kurang ditunjang dengan kompleksitas rasa yang memadai. Justru rasa pedas yang ditonjolkan  mengalahkan karakter rasa keseluruhan. Karena bukan pecinta pedas, saya pun terpaksa menyingkirkan menu ini dan melanjutkan perburuan ke bagian dessert. Namun saya sempat merasakan aroma bitter yang mungkin beasal dari campuran wine di dalamnya.


Ovomaltine Cake
Akhir-akhir ini, peleburan Ovomaltine sebagai bahan dasar cake selalu menggoda saya. Semacam makanan penutup yang elegan dengan lapisan atas Ovomaltine yang crunchy. Pikirkan Nutella, tapi kurangi kadar manisnya. Sementara lapisan dasar sebagai based punya rasa yang lebih savoury. Saya benar-benar tercengang ketika menemukan dessert ini.


Baileys Tiramisu
Apakah cukup menikmati hanya 1 dessert? Rasanya mustahil. Pilihan dessert favorit lain adalah Baileys Tiramisu. Oh my God, Ini enak banget! Dessert besutan Bakers Gallery ini punya rasa yang tak biasa. Hal terbaiknya datang dari penyertaan baileys hingga membuatnya spesial. Semua elemen yang di-highlight tersorot dengan baik sehingga saya pun berani merekomendasikan dessert ini kepada Anda. 


Sea Breeze
Mengambil ranah outdoor, minuman berwarna biru muda ini mampu menetralkan suhu tubuh kembali normal. Meraihkan seakan bisa merasakan kesejukan sama seperti pemberian namanya, Sea Breeze. Apalagi, tambahan potongan lemon menghasilkan rasa asam yang 'nagih'. Saya pun mampu menyeruputnya hingga tetesan terakhir.


Bendera Indonesia
Adalah minuman campuran dari buah naga dan sirsak. Paduan variasinya tidak menonjolkan rasa yang dominan tapi justru menciptakan sebuah rasa baru yang nge-blend. Tergolong dalam kategori minuman sehat, Bendera Indonesia bisa jadi pilihan alternatif yang menyegarkan sebagai pelepas dahaga. Satu saran saya, sebaiknya Anda memesan air putih terlebih dahulu karena minuman ini menimbulkan after taste yang menetap lebih lama pada tenggorokan.


Setelah puas 'mengobrak abrik' di Bakers Gallery, saya pun memutuskan untuk mengakhiri petualangan dengan menyimpan rasa penasaran. Sejujurnya, masih belum puas menikmati setiap varian yang ditawarkan. Tapi apa daya, if it's too much for you right now, I will come back another time.

Baker's Gallery
Mall Kota Kasablanka, Food Society, GF, FS-30
Jakarta
021 2962 6182

Categories: