Bandung sudah pasti jadi juara soal kuliner. Beberapa bulan saja tidak bertandang, saya menjumpai banyak tempat kuliner baru di sepanjang jalan. Nampaknya kota Bandung tak lagi melangkahkan kaki tapi sudah dalam tahap berlari. Jika ingin mencoba tempat baru yang benar-benar homey, silakan lenggangkan kaki Anda menuju daerah Ranca Bentang.


Miss Bee, salah satu restoran baru ini digarap dengan desain yang cantik. Dari arah pintu masuk, Anda akan dihadapkan dengan dua sisi yang berbeda, sudut kiri yang klasik atau tema glass house di sebelah kanan. Lanskapnya unik, terutama di bagian glass house. Layaknya bermandikan cahaya natural, atmosfer kaca bukan hanya memberikan sentuhan yang artistik namun juga mengisyaratkan ruangan yang teduh. Jejeran kursi yang simetris turut mendukung balutan sisi kontemporer yang memikat.



Lain interior lain lagi masalah menu makanan. Miss Bee menampilkan sederet menu western dan beberapa pilihan menu Asia. Portobello Mushroom Fries menjadi sajian pembuka yang cukup menggetarkan. Portobello merupakan salah satu jamur terbaik di dunia dan bertekstur kenyal. Jenis light meal ini di deep fried hingga crispy sehingga ada sensasi ‘kriuk’ saat digigit.

Masih dalam kategori makanan pembuka, ada Colenak Cheese Crumble. Makanan ini terbilang spesial. Layaknya pizza Italia yang tipis, Pizza yang satu ini dipadukan dengan makanan tradisional khas Bandung, yaitu Colenak. Rasanya cenderung savoury dan crispy berasal dari crumble dan parutan kelapa sebagai topping. Sedangkan rasa manis didapatkan dari saus kinca yang terbuat dari gula merah yang dididihkan. Campuran rasa manis dan asinnya pas, tak ada yang mendominasi satu sama lain. Hanya saja saya mencicipinya terlalu lama sehingga pizza ini dingin dan cenderung mengeras.


Mengobati rasa kekecewaan saya, saya mencoba Grill Honey Ribs yang menonjol dengan iga empuk bermandikan honey sauce. Iga empuk ini ternyata membutuhkan proses yang lumayan panjang. Pertama iga direbus terlebih dahulu lalu diberi bumbu. Setelah itu iga harus diistirahatkan selama 2 jam agar bumbu meresap hingga ke bagian dalam. Kemudian di grill sampai tingkat kematangan yang pas. Agar terlihat lebih kontras, iga disajikan dengan kerupuk udang dan elemen moderen lainnya seperti baby carrot, aspragus, brokoli, serta pilihan sambal bajak dan sambal kecap.


Belum puas dengan satu menu, saya beralih memesan Larb Gai Pasta yang berasal dari Thailand. Sebagaimana masakan Thailand pada umumnya,  pasta ini cenderung memiliki rasa yang pedas. Jadi hati-hati bagi Anda yang kurang menyukai rasa pedas (termasuk saya). Larb Gai atau yang berarti ayam dalam bahasa Indonesia ini dilambangkan dengan potongan ayam yang menghiasi sekeliling pasta. Aroma tumbukan ketumbar dan bawang yang khas menjadi penambah rasa.


Sebagai penutup, saya sangat mengidolakan minuman yang satu ini, namanya Kitty Kats. Bagaimana tidak? Rasa manis yang pas tidak membuat tenggorokan meradang. Belum lagi sentuhan cokelat Kit Kat yang bertindak sebagai hiasan. Menutup indah perjumpaan saya dengan Miss Bee siang itu.


Miss Bee baru saja mengadakan grand opening di awal Mei. Namun saat saya berkunjung ke sana, antusiasme masyarakat sekitar sudah sangat tinggi. Miss Bee bisa jadi opsi tempat nongkrong selanjutnya bila Anda ingin menikmati cuaca yang sejuk di kota Bandung. Daya tariknya tentu suasana teduh di tengah kota Bandung yang mulai penuh sesak.

Miss Bee Providore
Jl. Rancabentang no 11A, Ciumbuleuit
Bandung
www.missbeeprovidore.com

Categories: