Menyusuri kota Bandung, rasanya kurang lengkap jika tidak mampir mengabadikan momen di Braga. Kawasan yang tidak pernah sepi ini, menyodorkan arsitektur kuno dari bangunan tempo dulu yang masih alami. Bangunan peninggalan penjajah Belanda tersebut masih berdiri kokoh menghiasi setiap sudut kawasan Braga. Tepat rasanya menikmati pemandangan tersebut sambil berjalan kaki, ditambah lagi dengan cuaca kota Bandung yang sejuk.

Animo masyarakat yang besar juga menghasilkan rejeki bagi para penjaja makanan di sekitar jalan Braga. Untuk mengisi perut yang keroncongan, Anda bisa memilih menikmati makanan di pinggir jalan Braga, mulai dari pedagang kaki lima, kafe, restoran, maupun bar semua ada di Braga. Saya sempat mampir mengunjungi French Bakery, salah satu bakery tua yang berdiri sejak tahun 1978 dan mampu bertahan hingga sekarang. Waw! Suatu prestasi yang wajib diacungi jempol. Walaupun bernama French Bakery, namun toko roti ini menjual aneka roti manis asal Taiwan yang lekat dengan lidah Asia, mulai dari isi keju, cokelat, sosis, jagung, dan lain sebagainya.


Di tengah perjalanan, saya melihat sebuah resto yang bernama mie Reman. Menggelitik memang ketika melihat papan nama berwarna merah tersebut dengan gambar seorang preman. Tetapi dari kejauhan, resto ini rame dikinjungi para penjaja kuliner yang ingin menikmati kelezatan mie di tempat itu. Jika ingin nuansa yang lebih moderen, ada Sugarush yaitu kafe yang mencirikan khas anak muda di daerah Braga. Tempatnya cukup nyaman dengan makanan western yang disajikan serta minuman kopi yang pastinya pas untuk melepas lelah. Ingin ditemani dengan musik? Di Braga pun ada bar yang menyediakan live music yang biasa digunakan anak muda untuk hang out.


Dengan segudang hiburan dan suasana yang ditawarkan di Braga, membuat kawasan ini menjadi destinasi untuk para pelancong yang ingin menghabiskan waktu di kota Bandung, termasuk bagi para wisatawan. Braga memang surga bagi para pembidik kamera.

Categories: